FOTO: Catatan Harian Perawat asal Amerika Serikat, Potret Runtuhnya Rumah Sakit Gaza di Tengah Serangan Israel

Catatan harian perawat asal Amerika Serikat Andee Vaughan yang merawat warga Gaza akibat serangan militer israel di Rumah Sakit Al-Quds di Kota Gaza.

Arie Basuki
Oleh Arie Basuki - Reporter
FOTO: Catatan Harian Perawat asal Amerika Serikat, Potret Runtuhnya Rumah Sakit Gaza di Tengah Serangan Israel
Perawat Amerika Serikat Andee Vaughan merawat seorang anak yang terluka di di Rumah Sakit Al-Quds di Kota Gaza, (10/08/2025). (Courtesy Andee Vaughan via AP)

Hampir dua minggu setelah serangan darat terbaru Israel, sistem kesehatan di Kota Gaza kian terpuruk. Dua klinik hancur akibat serangan udara, dua rumah sakit tutup, sementara fasilitas lainnya nyaris lumpuh karena kekurangan obat-obatan, peralatan medis, makanan, hingga bahan bakar.

Banyak pasien dan tenaga medis terpaksa meninggalkan rumah sakit. Hanya segelintir dokter dan perawat yang bertahan untuk merawat anak-anak di inkubator serta pasien kritis yang tak bisa dipindahkan. Situasi diperburuk oleh gempuran bom yang mengguncang dinding rumah sakit serta drone Israel yang terus berputar dan menembaki area sekitar.

Rumah Sakit Al-Quds di Ambang Kehancuran

Rumah Sakit Al-Quds, di selatan Kota Gaza, mengevakuasi sebagian besar pasiennya saat pasukan Israel mendekat. Dari kapasitas 120 pasien, kini hanya tersisa sekitar 20 orang, termasuk dua bayi di ruang intensif. Sekitar 60 tenaga medis dan keluarga pasien masih bertahan di dalam gedung.“Ini gila. Sistem kesehatan benar-benar dibongkar,” kata Andee Vaughan, perawat asal Seattle yang menjadi relawan di Gaza sejak Juli.

Ia merekam catatan harian dalam bentuk video dan membagikannya di media sosial. Video tersebut kemudian diverifikasi Associated Press. Menurut Vaughan, rumah sakit kehabisan air, listrik, dan oksigen. Stasiun oksigen bahkan terkena tembakan. Pada Kamis lalu, Bulan Sabit Merah Palestina melaporkan kendaraan militer Israel mengepung rumah sakit, membatasi total pergerakan pasien dan staf medis.Israel menuduh Hamas menggunakan rumah sakit sebagai pusat operasi militer, meski bukti yang diajukan masih minim.

Krisis Kesehatan Meluas

Situasi serupa juga terjadi di rumah sakit utama Shifa. Ratusan pasien melarikan diri pekan ini saat tank Israel mendekat, sementara banyak staf memilih tak masuk kerja karena takut terjebak penggerebekan.

PBB mencatat sedikitnya 27 fasilitas kesehatan di Gaza terpaksa menutup layanan pada September, termasuk rumah sakit anak dan pusat mata. Rumah sakit lapangan milik Yordania pun dievakuasi. Hampir 100 tenaga medis Gaza kini ditahan Israel. Militer menyebut penahanan sesuai hukum, meski kelompok HAM menilai tindakan itu berlebihan.

Kisah dari Dalam Rumah Sakit

Vaughan mendokumentasikan kondisi memilukan: anak-anak membawa jeriken air di tengah ledakan, pasien luka bakar ditinggalkan di reruntuhan, hingga bayi berusia 13 hari yang nyaris kehilangan nyawa saat ledakan mengguncang ruang perawatan intensif.

“Mereka baru saja menyerang rumah sakit lagi,” ujar Vaughan dalam salah satu rekamannya.Sabtu lalu, ratusan keluarga yang berlindung di sekitar rumah sakit akhirnya melarikan diri. Sehari kemudian, Vaughan ikut dievakuasi ke selatan Gaza. Sesaat setelah kepergiannya, rekan-rekan medisnya melaporkan kendaraan militer Israel sudah berada di gerbang rumah sakit.   

FOTO: Catatan Harian Perawat asal Amerika Serikat, Potret Runtuhnya Rumah Sakit Gaza di Tengah Serangan Israel
Perawat Amerika Serikat Andee Vaughan merawat seorang anak yang terluka di di Rumah Sakit Al-Quds di Kota Gaza, (10/08/2025). Courtesy Andee Vaughan via AP
FOTO: Catatan Harian Perawat asal Amerika Serikat, Potret Runtuhnya Rumah Sakit Gaza di Tengah Serangan Israel
Perawat Amerika Serikat Andee Vaughan merawat seorang anak yang terluka di di Rumah Sakit Al-Quds di Kota Gaza, (10/08/2025). Courtesy Andee Vaughan via AP
FOTO: Catatan Harian Perawat asal Amerika Serikat, Potret Runtuhnya Rumah Sakit Gaza di Tengah Serangan Israel
Perawat Amerika Serikat Andee Vaughan merawat seorang anak yang terluka di di Rumah Sakit Al-Quds di Kota Gaza, (10/08/2025). Courtesy Andee Vaughan via AP
FOTO: Catatan Harian Perawat asal Amerika Serikat, Potret Runtuhnya Rumah Sakit Gaza di Tengah Serangan Israel
Perawat Amerika Serikat Andee Vaughan merawat seorang anak yang terluka di di Rumah Sakit Al-Quds di Kota Gaza, (10/08/2025). Courtesy Andee Vaughan via AP
FOTO: Catatan Harian Perawat asal Amerika Serikat, Potret Runtuhnya Rumah Sakit Gaza di Tengah Serangan Israel
Perawat Amerika Serikat Andee Vaughan merawat seorang anak yang terluka di di Rumah Sakit Al-Quds di Kota Gaza, (10/08/2025). Courtesy Andee Vaughan via AP
Rekomendasi