Tim SAR gabungan menemukan satu korban meninggal dunia dalam operasi pencarian korban ledakan yang merobohkan sebuah rumah di Kompleks Grand Polonia, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan. Hingga Selasa (21/7) pagi, dua korban lainnya masih dalam pencarian.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika mengatakan, korban berjenis kelamin perempuan ditemukan sekitar pukul 02.20 WIB dan telah dievakuasi serta diserahkan kepada keluarga.
“Betul, jadi pukul 02.20 WIB dini hari tadi malam, kita temukan satu orang korban jenis kelamin perempuan dan sudah kita evakuasi dan kita sudah serahkan ke pihak keluarga,” kata Hery di lokasi kejadian.
Advertisement
Data Sementara Korban
Menurut Hery, berdasarkan data sementara terdapat enam orang yang berada di rumah saat ledakan terjadi. Tiga orang berhasil selamat, yakni seorang balita berusia dua tahun bernama Jeavelin, seorang sopir bernama Hasan, dan seorang kurir. Sementara satu korban ditemukan meninggal dunia dan dua penghuni lainnya masih diduga tertimbun reruntuhan.
“Tinggal dua lagi. Jadi yang terjebak dari enam orang, tiga orang selamat. Satu kita temukan pukul 02.20 dini hari dan pagi hari ini akan kita upayakan lagi pencarian kedua orang lagi,” ujar Hery.
Dalam operasi pencarian, tim SAR gabungan mengerahkan peralatan Urban Search and Rescue (USAR), termasuk drone thermal, peralatan ekstrikasi, serta alat berat yang disiapkan Pemerintah Kota Medan untuk mempercepat proses evakuasi.
“Kami mengoptimalkan penggunaan peralatan Urban Search and Rescue, termasuk drone thermal dan peralatan ekstrikasi, untuk mempercepat proses pencarian,” kata Hery.
Advertisement
Kondisi Bangunan
Hery menambahkan keselamatan personel tetap menjadi prioritas karena kondisi bangunan yang runtuh masih berpotensi mengalami pergeseran.
“Operasi pencarian melibatkan Basarnas Medan, Brimob Polda Sumut, Direktorat Samapta Polda Sumut, TNI Angkatan Udara, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Medan, Dinas Pekerjaan Umum Kota Medan, serta unsur terkait lainnya,” jelas dia.
Sebelumnya, Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, mengatakan hasil investigasi awal menunjukkan ledakan diduga dipicu kebocoran pipa gas bawah tanah.
“Terjadi ledakan di Perumahan Grand Polonia. Hasil investigasi awal adanya kebocoran dari pipa gas tanam atau pipa gas bawah tanah,” kata Calvijn.
Dugaan tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Polisi telah menggunakan alat pendeteksi gas di lokasi dan masih mendalami penyebab pasti ledakan yang juga mengakibatkan sejumlah rumah di sekitar lokasi terdampak.