Bulog DIY Tingkatkan Stabilisasi Harga Pangan dengan Percepatan Distribusi
Perum Bulog Kanwil DIY memperkuat upaya stabilisasi harga pangan melalui percepatan penyaluran bantuan beras dan Minyakita, memastikan ketersediaan dan keterjangkauan bagi masyarakat di wilayahnya.
Perum Bulog Kantor Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tengah memperkuat langkah stabilisasi harga pangan. Upaya ini dilakukan melalui percepatan penyaluran bantuan pangan beras dan penggelontoran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di seluruh wilayah kerjanya. Langkah strategis ini bertujuan untuk menjaga ketersediaan pasokan dan menekan potensi kenaikan harga komoditas pokok di pasaran.
Selain itu, Bulog DIY juga mempercepat distribusi Minyakita, sebuah inisiatif pemerintah untuk menjaga keterjangkauan harga minyak goreng bagi masyarakat luas. Percepatan ini merupakan bagian dari komitmen Bulog untuk memastikan masyarakat dapat mengakses kebutuhan pangan dasar dengan harga yang stabil dan terjangkau. Seluruh program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap daya beli masyarakat.
Pemimpin Bulog DIY, Dedi Aprilyadi, bersama jajaran terkait, termasuk Satgas Pangan Polda DIY dan dinas-dinas terkait, telah melakukan pemantauan langsung ke pasar tradisional. Pemantauan ini dilakukan di antaranya di Pasar Prawirotoman dan Pasar Beringharjo untuk memastikan efektivitas program stabilisasi pangan yang dijalankan pemerintah dan memantau perkembangan harga.
Percepatan Penyaluran Bantuan Pangan dan SPHP
Hingga awal Juni 2026, stok beras yang dikelola Bulog Kanwil Yogyakarta mencapai sekitar 244 ribu ton, menunjukkan level yang sangat kuat untuk mendukung berbagai program pemerintah. Jumlah ini sangat memadai untuk program bantuan pangan, penyaluran SPHP, serta intervensi pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras.
Realisasi penyaluran Bantuan Pangan di wilayah kerja Bulog Kanwil Yogyakarta telah mencapai sekitar 83 persen dari target yang ditetapkan pemerintah per 7 Juni 2026. Penyaluran ini terus dipercepat dengan target penyelesaian hingga akhir Juni 2026. Percepatan ini diharapkan dapat memberikan dampak langsung terhadap penguatan daya beli masyarakat dan meredam tekanan harga beras di tingkat konsumen.
Program ini juga merupakan bagian integral dari upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat, khususnya kelompok rentan. Selain bantuan pangan, Bulog Kanwil Yogyakarta terus mengoptimalkan distribusi beras SPHP melalui berbagai saluran resmi. Saluran tersebut meliputi pasar tradisional, Gerakan Pangan Murah (GPM), kios pangan, dan jaringan pengecer yang bekerja sama dengan pemerintah daerah.
Pemantauan Pasar dan Kondisi Stok Pangan
Dari hasil pemantauan langsung di pasar tradisional, harga beras terpantau stabil dan berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp13.500 per kilogram untuk beras medium. Kondisi ini menunjukkan keberhasilan intervensi pasar yang dilakukan oleh Bulog dan pemerintah daerah.
Ketersediaan Minyakita di tingkat pengecer juga terpantau aman dengan harga yang masih berada dalam rentang HET yang ditetapkan pemerintah. Pemantauan ini penting untuk memastikan bahwa pasokan komoditas pangan pokok tetap terjaga dan harga tidak mengalami gejolak signifikan.
Dedi Aprilyadi menyatakan bahwa pemantauan langsung dilakukan untuk memastikan ketersediaan komoditas pangan pokok dan memonitor perkembangan harga di tingkat pedagang. Hal ini juga untuk memastikan efektivitas program stabilisasi pangan yang dijalankan pemerintah.
Peran Minyakita dan Komitmen Stabilisasi Harga
Tidak hanya beras, Bulog juga terus melaksanakan penugasan pemerintah dalam penyaluran Minyakita. Hingga saat ini, Minyakita disalurkan melalui pasar-pasar tradisional yang menjadi lokasi pencatatan SP2KP serta melalui jaringan Rumah Pangan Kita (RPK) yang tersebar di seluruh wilayah DIY, Banyumas, dan Magelang.
Penyaluran Minyakita bertujuan menjaga keterjangkauan harga minyak goreng sekaligus memastikan masyarakat memperoleh pasokan yang cukup. Beras SPHP dan Minyakita merupakan instrumen strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan.
Distribusi kedua komoditas ini terus dipercepat dan diperluas agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat. Pemerintah menilai kombinasi penyaluran bantuan pangan, distribusi beras SPHP, dan penyaluran Minyakita merupakan langkah efektif menjaga keseimbangan pasokan dan harga di pasar.
Dengan dukungan stok yang kuat dan jaringan distribusi luas, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pangan dan potensi gejolak harga. Bulog juga memastikan seluruh Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola saat ini berada dalam kondisi aman dan siap digunakan sewaktu-waktu untuk mendukung berbagai kebijakan stabilisasi pangan nasional.
Sumber: AntaraNews