Kodaeral VIII Sukses Gelar Kejurnas Free Dive Indoor di Manado, Jaring Atlet Berbakat Nasional

Kodaeral VIII sukses menggelar Kejurnas Free Dive Indoor Seri I di Manado untuk menjaring atlet muda berbakat yang siap mengharumkan nama bangsa, sekaligus menjadi persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kodaeral VIII Sukses Gelar Kejurnas Free Dive Indoor di Manado, Jaring Atlet Berbakat Nasional
Kodaeral VIII sukses menggelar Kejurnas Free Dive Indoor Seri I di Manado untuk menjaring atlet muda berbakat yang siap mengharumkan nama bangsa, sekaligus menjadi persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional. (AntaraNews)

Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) VIII Sulawesi Utara sukses menyelenggarakan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Free Dive Indoor Seri I di Manado. Ajang bergengsi ini berlangsung di Kolam Renang Tirto Sagoro pada hari Jumat lalu. Tujuan utamanya adalah mencari dan mengembangkan potensi atlet-atlet muda berbakat di cabang olahraga menyelam tanpa alat bantu.

Wakil Komandan Kodaeral VIII, Laksamana Pertama TNI Tony Herdijanto, secara resmi membuka kejurnas tersebut. Ia mewakili Dankodaeral VIII Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi dalam acara penting ini. Kejuaraan ini diharapkan mampu melahirkan bibit-bibit unggul free diver yang dapat bersaing di kancah nasional maupun internasional.

Sebanyak 63 peserta dari tujuh provinsi berbeda turut meramaikan kompetisi ini, menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka berasal dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Gorontalo, Papua, Papua Tengah, dan Sulawesi Utara. Kejurnas Free Dive ini juga menjadi bagian krusial dalam persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang.

Laksamana Pertama TNI Tony Herdijanto menyampaikan harapannya agar ajang Kejurnas Free Dive ini mampu menggali dan mengembangkan potensi generasi muda. Ia menekankan pentingnya peran atlet free dive dalam mengharumkan nama bangsa di berbagai kompetisi. Spirit juang tinggi dan dedikasi menjadi kunci utama dalam mencapai keberhasilan.

Dalam sambutannya, Tony Herdijanto mengajak seluruh atlet untuk bertanding dengan jiwa juang yang tinggi serta menjunjung sportivitas. Ia mengingatkan bahwa menghormati setiap aturan yang berlaku adalah esensi dari sebuah kompetisi yang sehat. Nilai-nilai ini lebih berharga daripada sekadar kemenangan semata.

Kemenangan bukanlah tujuan utama, melainkan proses, kerja keras, dan semangat pantang menyerah yang menjadi nilai paling berharga. Melalui kejuaraan ini, Kodaeral VIII berharap dapat memupuk semangat kompetisi yang sehat. Selain itu, ajang ini juga bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan antar atlet dan daerah.

Sekretaris Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Sulawesi Utara, Nelson Uada, mengungkapkan bahwa kejurnas ini merupakan persiapan penting. Ajang ini menjadi bagian tak terpisahkan dalam menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang. Kesiapan atlet free dive terus diasah melalui serangkaian kompetisi.

Nelson Uada menambahkan bahwa setelah seri pertama sukses digelar di Manado, Sulawesi Utara, kompetisi akan berlanjut. Seri kedua Kejurnas Free Dive direncanakan akan dilaksanakan di Bogor, Jawa Barat. Kemudian, seri ketiga akan menyusul di wilayah Jawa Barat, menunjukkan komitmen dalam pengembangan olahraga ini.

Kejuaraan Free Dive Seri I Piala Dankodaeral VIII ini diikuti oleh 63 peserta dari tujuh provinsi berbeda. Kategori yang diperlombakan sangat beragam untuk menguji kemampuan para atlet. Ini termasuk "Dinamic With Bifins Putra/Putri", "Dinamic No Fins Putra/Putri", dan "Static Putra/Putri".

Partisipasi 63 peserta dari tujuh provinsi menunjukkan antusiasme yang luar biasa terhadap Kejurnas Free Dive ini. Kehadiran atlet dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Gorontalo, Papua, Papua Tengah, dan Sulawesi Utara membuktikan jangkauan nasional acara. Ini menjadi indikator positif bagi perkembangan free dive di Indonesia.

Berbagai kategori lomba dirancang untuk menguji beragam aspek kemampuan free diving para atlet. Kategori "Dinamic With Bifins" dan "Dinamic No Fins" menguji kemampuan menyelam horizontal. Sementara itu, kategori "Static" menguji kemampuan menahan napas dalam air tanpa bergerak.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh para Pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulawesi Utara. Turut hadir pula para Pejabat Utama dan Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Kodaeral VIII. Kehadiran mereka menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah dan institusi militer terhadap pengembangan olahraga air di Indonesia.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi