Pemkab Sumedang Dorong Penguatan BUMDes: Lokomotif Ekonomi Desa Berbasis Digital
Pemerintah Kabupaten Sumedang serius menggarap **penguatan BUMDes Sumedang** melalui program inovatif untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi desa dan daerah secara berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang, Jawa Barat, tengah menyiapkan strategi komprehensif untuk memperkuat Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Inisiatif ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi desa secara signifikan.
Penguatan BUMDes diharapkan dapat menjadi penopang utama ekonomi daerah, memanfaatkan potensi lokal yang ada di setiap desa. Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menekankan peran strategis BUMDes dalam menggerakkan roda perekonomian.
Program ini akan dilakukan melalui BUMDes-Hub, Desa Digital, dan Desa Ekspor, sebagai upaya nyata mempercepat transformasi ekonomi desa berbasis inovasi dan digitalisasi.
Strategi Inovatif untuk Transformasi Ekonomi Desa
Pemkab Sumedang berkomitmen penuh dalam mengimplementasikan program-program inovatif untuk penguatan BUMDes. Program BUMDes-Hub, Desa Digital, dan Desa Ekspor dirancang untuk mengakselerasi transformasi ekonomi desa. Upaya ini berfokus pada pemanfaatan inovasi dan digitalisasi secara maksimal.
Bupati Dony Ahmad Munir menegaskan bahwa BUMDes harus menjadi lokomotif utama dalam pertumbuhan ekonomi desa. Dengan desa yang kuat secara ekonomi, diharapkan akan terbentuk struktur ekonomi daerah yang lebih kokoh dan berdaya saing tinggi. Hal ini penting untuk kemandirian ekonomi desa yang berkelanjutan.
Potensi desa di berbagai sektor seperti pertanian, peternakan, perikanan, hingga pariwisata, perlu dikelola secara profesional. Pengelolaan yang baik akan menghasilkan nilai tambah signifikan dan terintegrasi dalam rantai ekonomi daerah. Sumber daya alam di desa harus diaktualisasikan menjadi produktivitas bernilai tinggi.
Peningkatan nilai tambah ini akan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat desa dan daerah. Melalui program-program tersebut, Pemkab Sumedang berupaya mengubah potensi menjadi produktivitas nyata.
Potensi dan Tantangan BUMDes di Sumedang
Berdasarkan data dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Sumedang, terdapat sekitar 172 BUMDes yang tersebar di 26 kecamatan. Tingkat perkembangan BUMDes ini sangat beragam, dengan sebagian besar masih berada pada kategori dasar. Sementara itu, sebagian lainnya telah berkembang, dan hanya sebagian kecil yang telah mencapai kategori maju.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumedang mencatat tingkat kemiskinan pada tahun 2025 berada di angka 8,81 persen, atau sekitar 105.820 jiwa. Angka ini menunjukkan bahwa penguatan BUMDes menjadi instrumen penting dalam memperkuat ekonomi daerah berbasis desa dan menekan angka kemiskinan.
Penguatan BUMDes juga memerlukan dukungan kolaborasi pentahelix, yang melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, masyarakat, dan media. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) serta digitalisasi tata kelola juga krusial agar BUMDes mampu bersaing dalam ekonomi modern. BUMDes harus mampu mengubah harapan menjadi kenyataan melalui peningkatan kualitas SDM.
Tata kelola yang akuntabel berbasis digitalisasi, serta inovasi dalam pengembangan usaha, menjadi kunci keberhasilan. Diharapkan, BUMDes unggulan dapat menjadi percontohan yang direplikasi di desa lain, sehingga kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi desa dan daerah dapat semakin kuat dan merata.
Sumber: AntaraNews