Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Berkelanjutan Lewat Inovasi dan Pemberdayaan
Pertamina Patra Niaga mengukuhkan komitmen pada Ketahanan Pangan Berkelanjutan melalui program inovatif budi daya bioflok dan urban farming, meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
PT Pertamina Patra Niaga terus memperkuat komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan. Upaya ini diwujudkan melalui berbagai program community involvement and development (CID) yang berbasis pada potensi lokal dan pemberdayaan masyarakat di seluruh wilayah operasional perusahaan. Inisiatif ini tidak hanya berfokus pada peningkatan ketersediaan pangan, tetapi juga bertujuan untuk memperkuat kesejahteraan komunitas lokal yang terlibat.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menyatakan bahwa pendekatan ini menghadirkan solusi komprehensif. Solusi tersebut dirancang untuk mengatasi tantangan pangan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Program-program ini menjadi jawaban atas kebutuhan mendesak di berbagai daerah, khususnya yang rentan terhadap fluktuasi pasokan pangan dan pendapatan.
Melalui inovasi dan kolaborasi dengan masyarakat, Pertamina Patra Niaga berupaya menciptakan dampak positif yang berkesinambungan. Hal ini sejalan dengan visi perusahaan untuk berkontribusi pada pembangunan nasional. Program-program ini diharapkan dapat menjadi model percontohan bagi pengembangan ketahanan pangan di daerah lain, dengan memanfaatkan sumber daya lokal secara optimal.
Inovasi Bioflok di Dumai: Solusi Ketahanan Pangan Pesisir
Salah satu program unggulan yang dijalankan Pertamina Patra Niaga adalah pengembangan budi daya ikan berbasis teknologi bioflok di Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai, Riau. Program ini hadir sebagai solusi inovatif bagi masyarakat pesisir yang selama ini sangat bergantung pada hasil tangkapan laut. Ketergantungan ini seringkali tidak menentu akibat faktor cuaca ekstrem, keterbatasan sarana perikanan, serta ancaman abrasi pantai yang terus-menerus.
Melalui penerapan teknologi bioflok, masyarakat kini memiliki alternatif sumber pangan yang lebih stabil dan pendapatan yang berkelanjutan. Budi daya ikan nila dengan metode ini memungkinkan masa panen yang relatif cepat, sekitar 4-6 bulan, sehingga dapat menjaga ketersediaan pasokan ikan secara teratur. Hal ini memberikan kepastian ekonomi bagi para pembudidaya dan mengurangi risiko kerugian akibat kondisi laut yang tidak menentu.
Program ini juga dilengkapi dengan dukungan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 4,4 kWp. Kehadiran PLTS ini tidak hanya mampu menghemat biaya listrik operasional hingga Rp9,3 juta per tahun, tetapi juga berkontribusi signifikan dalam mengurangi emisi karbon sebesar 5,52 ton CO2 per tahun. Integrasi teknologi ramah lingkungan ini menegaskan komitmen Pertamina Patra Niaga terhadap keberlanjutan lingkungan dalam setiap programnya.
Siantar Habonaron: Model Urban Farming Terpadu di Sumatera Utara
Di wilayah Sumatera Utara, Pertamina Patra Niaga, melalui Fuel Terminal Pematang Siantar, mengembangkan program yang dikenal sebagai Siantar Habonaron. Program ini merupakan model urban farming terpadu yang dirancang untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan rumah masyarakat. Tujuannya adalah untuk mendukung dan memperkuat ketahanan pangan keluarga secara mandiri dan berkelanjutan.
Siantar Habonaron mengintegrasikan beberapa kegiatan produktif, termasuk peternakan ayam petelur, budi daya sayuran, serta pengelolaan limbah organik dan maggot. Melalui sinergi ini, masyarakat mampu menghasilkan telur ayam dan berbagai jenis sayuran segar untuk memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari. Model ini mengajarkan praktik pertanian perkotaan yang efisien dan minim limbah.
Selain produksi pangan, program ini juga menerapkan prinsip ekonomi sirkular. Limbah kotoran ayam dimanfaatkan secara efektif sebagai media tanam yang kaya nutrisi untuk sayuran. Sementara itu, sisa makanan rumah tangga diolah menjadi pakan maggot, yang kemudian digunakan kembali sebagai pakan ternak ayam. Inovasi ini menciptakan siklus produksi yang efisien dan mengurangi pembuangan limbah.
Asih, salah satu anggota kelompok Habonaron, menyampaikan dampak positif dari program ini. Menurutnya, sejak adanya bantuan dari Pertamina Patra Niaga, kebutuhan makan anaknya menjadi lebih terpenuhi dari hasil ternak dan kebun mereka. Roberth MV Dumatubun menambahkan bahwa ketahanan pangan dapat dibangun melalui pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan. Oleh karena itu, Pertamina Patra Niaga akan terus menghadirkan program yang mengoptimalkan potensi lokal, mendorong kemandirian ekonomi, serta menciptakan manfaat sosial dan lingkungan.
Sumber: AntaraNews