32 Aset Tanah Pemkab Lombok Tengah Dimanfaatkan untuk Program KDMP Prabowo Subianto
Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah mengalokasikan 32 titik aset tanah untuk mendukung program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang digagas Presiden Prabowo Subianto, bertujuan menggerakkan ekonomi desa.
Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mencatat sebanyak 32 titik aset tanah miliknya dimanfaatkan. Aset-aset ini dialokasikan untuk mendukung pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang merupakan program inisiasi Presiden Prabowo Subianto. Pemanfaatan aset daerah ini diharapkan dapat mempercepat realisasi program strategis tersebut di tingkat desa.
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Lombok Tengah, Taufikurrahman Puanote, pada Minggu (31/5), mengonfirmasi usulan lokasi tersebut. Usulan lahan berasal dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) yang memiliki aset. Tidak semua aset yang digunakan berada di bawah pengelolaan langsung BKAD Lombok Tengah.
Program KDMP diproyeksikan sebagai penggerak ekonomi masyarakat di desa. Rencananya akan dibangun gerai sembako modern terintegrasi, dilengkapi dengan fasilitas seperti klinik desa, apotek murah, dan gudang berpendingin (cold chain).
Kendala dan Solusi Pemanfaatan Lahan Aset
Proses penyiapan lokasi pembangunan KDMP di Lombok Tengah menghadapi beberapa kendala signifikan. Salah satu kendala utama adalah status kepemilikan lahan yang diusulkan. Beberapa lokasi strategis ternyata merupakan aset milik Pemerintah Provinsi NTB maupun pemerintah pusat, sehingga belum dapat dimanfaatkan secara langsung.
Taufikurrahman Puanote menjelaskan bahwa aset yang berada di bawah pengelolaan pemerintah daerah sedang dalam tahap penyelesaian administrasi. Pihak Pemkab Lombok Tengah menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung proses ini. Koordinasi intensif terus dilakukan untuk memastikan legalitas dan ketersediaan lahan.
Selain masalah status kepemilikan, keterbatasan luas lahan juga menjadi tantangan awal. Sesuai ketentuan awal, pembangunan KDMP membutuhkan lahan seluas 10 are. Namun, sebagian besar lahan aset yang tersedia di Lombok Tengah hanya berkisar antara enam hingga delapan are.
Persoalan luas lahan ini mulai menemukan titik terang setelah koordinasi dilakukan dengan Kodim 1620 bersama PT Agrinas Pangan Nusantara. Hasil koordinasi tersebut menghasilkan penyesuaian ketentuan pembangunan. Pembangunan tetap diperbolehkan meskipun luas lahan kurang dari 10 are, asalkan masih mampu memenuhi kebutuhan luas bangunan utama yang dipersyaratkan.
Progres Pembangunan Gerai KDMP
Kepala Dinas Koperasi dan UMK Lombok Tengah, Ikhsan, menyampaikan perkembangan pembangunan gerai KDMP di wilayahnya. Sebanyak 73 titik gerai KDMP telah terbangun di 12 kecamatan. Ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam merealisasikan program ini.
Dari total gerai yang telah terbangun, 13 titik di antaranya telah rampung 100 persen pengerjaannya. Sementara itu, 15 titik lainnya menunjukkan progres pembangunan yang signifikan, dengan capaian sekitar 40 persen. Data ini menggambarkan percepatan implementasi program di lapangan.
Meskipun ukuran lahan kini lebih fleksibel, PT Agrinas Pangan Nusantara menegaskan tidak akan menurunkan standar kualitas lokasi. Tanah yang diusulkan pemerintah desa tetap harus memenuhi kriteria utama komersial. Hal ini penting agar ekosistem distribusi pangan dapat berjalan optimal dan memberikan dampak ekonomi maksimal bagi masyarakat.
Visi dan Manfaat KDMP bagi Masyarakat
Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) memiliki visi besar untuk menjadi penggerak ekonomi utama di tingkat desa. Melalui pembangunan gerai sembako modern yang terintegrasi, KDMP tidak hanya menyediakan kebutuhan pokok. Namun juga menghadirkan fasilitas pendukung penting lainnya.
Fasilitas yang akan melengkapi gerai KDMP meliputi klinik desa untuk layanan kesehatan dasar dan apotek murah untuk akses obat-obatan. Selain itu, akan dibangun gudang berpendingin (cold chain) untuk menjaga kualitas produk pangan. Integrasi fasilitas ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara holistik.
KDMP dirancang untuk menciptakan ekosistem distribusi pangan yang efisien dan berkelanjutan. Dengan adanya gerai modern di desa, masyarakat akan lebih mudah mengakses kebutuhan sehari-hari dengan harga terjangkau. Ini juga membuka peluang bagi produk lokal untuk didistribusikan secara lebih luas, mendukung petani dan pelaku UMKM setempat.
Sumber: AntaraNews