Indonesia Gencar Belajar dari China untuk Percepat Pengentasan Kemiskinan Nasional
Indonesia serius belajar strategi pengentasan kemiskinan dari China, negara yang sukses mengangkat jutaan penduduk. Ahmad Riza Patria, Wakil Menteri Desa, tegaskan komitmen percepat pembangunan.
Indonesia menunjukkan komitmen kuat dalam upaya percepatan pengentasan kemiskinan dengan belajar langsung dari keberhasilan China. Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Ahmad Riza Patria, menyatakan bahwa pemerintah Indonesia berkeinginan untuk mengadopsi program serta metodologi yang telah terbukti efektif di China. Pernyataan ini disampaikan Riza Patria saat berada di Beijing pada Rabu (27/5), dalam rangkaian rapat penting mengenai kemitraan global.
Kunjungan ini bertujuan untuk memahami secara mendalam bukan hanya program-program, melainkan juga prosedur, sistematika, dan teknik penyelesaian masalah kemiskinan yang diterapkan China. Indonesia, sebagai negara besar dengan angka kemiskinan yang masih perlu ditekan, melihat China sebagai contoh sukses dalam mengatasi kompleksitas isu kemiskinan. Pembelajaran ini diharapkan dapat mempercepat Indonesia dalam mengejar ketertinggalan dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Partisipasi Indonesia dalam forum Komite Aliansi Kemitraan Global untuk Pengentasan Kemiskinan dan Pembangunan (GPPAD) menjadi wadah strategis untuk pertukaran pengalaman. Dalam forum yang digagas China ini, Indonesia dipercaya menjabat sebagai wakil ketua, bersama dengan beberapa negara lain. Posisi ini menegaskan peran aktif Indonesia dalam mencari solusi global untuk tantangan kemiskinan.
Upaya Indonesia Belajar dari Keberhasilan China
Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Ahmad Riza Patria, menekankan pentingnya mempelajari pendekatan komprehensif China dalam pengentasan kemiskinan. Menurutnya, hal yang perlu dipelajari bukan sekadar program, melainkan juga aspek prosedural, sistematika, teknik mengatasi masalah, hingga manajemen lainnya. Riza Patria meyakini bahwa pengalaman China memiliki kontribusi besar bagi negara-negara lain, termasuk Indonesia, untuk belajar dan mengejar ketertinggalan.
Indonesia, sebagai negara dengan populasi besar, mengakui bahwa angka kemiskinan, meskipun sudah menurun, masih berada di atas 10 persen, yang dianggap masih tinggi. Oleh karena itu, Indonesia harus sigap belajar mengatasi berbagai masalah kemiskinan yang bersifat kompleks. Partisipasi aktif Indonesia dalam GPPAD, di mana Indonesia menjadi wakil ketua bersama Pantai Gading, Brazil, Pakistan, Afrika Selatan, dan Uzbekistan, menunjukkan keseriusan ini. China sendiri bertindak sebagai ketua forum melalui Menteri Pertanian dan Urusan Pedesaan China, Zhang Lu.
Program Pemerintah untuk Pengentasan Kemiskinan di Pedesaan
Pemerintah Indonesia, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, telah merancang berbagai program yang berfokus pada pengentasan kemiskinan, khususnya di wilayah pedesaan. Program-program ini meliputi Makan Bergizi Gratis (MBG), Kampung Nelayan Merah Putih, Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP), dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Inisiatif ini dirancang untuk secara langsung menyasar masyarakat miskin dan meningkatkan kualitas hidup mereka.
Selain itu, pemerintah juga berencana untuk menaikkan harga gabah petani dan harga jagung, serta menurunkan harga pupuk, yang merupakan langkah konkret untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Program cek kesehatan gratis dan berbagai program lainnya juga difokuskan di pedesaan, tempat sebagian besar masyarakat miskin berada. Riza Patria menjelaskan bahwa program-program ini akan menggerakkan roda ekonomi di pedesaan, meningkatkan produktivitas, dan pada akhirnya, meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara keseluruhan.
Kolaborasi Indonesia-China dan Pencapaian Pengentasan Kemiskinan China
Kerja sama antara pemerintah Indonesia dan China dalam program-program pedesaan telah berlangsung lama. Salah satu bentuk kolaborasi nyata adalah pengiriman kepala desa dari Indonesia untuk belajar langsung ke China. Setiap tahun, puluhan kepala desa dikirim untuk mendapatkan pengalaman dan pengetahuan dari praktik terbaik China. Tahun lalu, 25 kepala desa dikirim, dan tahun ini jumlahnya meningkat menjadi 27 orang, dengan rencana untuk terus berkembang.
China telah mencatat keberhasilan luar biasa dalam pengentasan kemiskinan. Data resmi menunjukkan bahwa China berhasil mengangkat 800 juta penduduk dari kemiskinan antara tahun 1970 hingga 2021. Lebih spesifik lagi, dari tahun 2013 hingga 2020, pemerintah China melaporkan bahwa sebanyak 98,99 juta penduduk pedesaan berhasil keluar dari kemiskinan ekstrem, dengan rata-rata lebih dari 10 juta orang per tahun. Pencapaian ini memungkinkan China mencapai target pengurangan kemiskinan dalam Agenda 2030 PBB untuk pembangunan berkelanjutan, sepuluh tahun lebih cepat dari jadwal yang ditentukan.
Pada Februari 2021, China secara resmi mendeklarasikan "kemenangan penuh" dalam memberantas kemiskinan ekstrem, dengan 832 kabupaten dan sekitar 128.000 desa dihapus dari daftar daerah miskin. Forum GPPAD sendiri diprakarsai oleh China bersama 53 negara dan sembilan organisasi internasional untuk mempromosikan pertukaran pengalaman dan eksplorasi jalan untuk membasmi kemiskinan secara akar. Kemitraan ini terbuka bagi partisipasi pemerintah, organisasi internasional, sektor swasta, akademisi, dan media, untuk bersama-sama menciptakan lingkungan pembangunan yang adil dan inklusif.
Sumber: AntaraNews