Wamenkop Dorong UMKM Koperasi Manfaatkan Program Merah Putih
Wamenkop Farida Farichah mendorong UMKM memasarkan produk melalui koperasi, khususnya program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, untuk memperkuat ekosistem UMKM Koperasi dan kemandirian ekonomi.
Wakil Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Farida Farichah, secara aktif mendorong para pelaku usaha, khususnya sektor mikro, kecil, dan menengah (UMKM), untuk memanfaatkan koperasi sebagai saluran pemasaran utama produk mereka. Dorongan ini disampaikan dalam acara Fun Run peringatan Hari Lahir Fatayat Nahdlatul Ulama ke-76 di Purwakarta, Jawa Barat, pada Minggu (24/5/2026).
Inisiatif ini merupakan bagian dari gagasan besar pemerintah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, yang diwujudkan melalui program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Program yang digagas di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto ini bertujuan menjaga kesehatan finansial dan ekonomi keluarga di tingkat desa dan kelurahan, sekaligus memperkuat ekosistem UMKM Koperasi.
Farida menegaskan bahwa koperasi memiliki peran strategis sebagai wadah bagi warga desa dan kelurahan untuk membangun kemandirian ekonomi. Dengan demikian, produk lokal UMKM diharapkan tidak lagi bergantung pada pusat perbelanjaan besar, melainkan dapat dipasarkan langsung melalui jaringan koperasi desa.
Koperasi sebagai Saluran Pemasaran Utama UMKM dan Program Merah Putih
Wakil Menteri Koperasi dan UKM Farida Farichah menekankan pentingnya koperasi sebagai platform pemasaran utama bagi produk UMKM. Ia secara spesifik mengajak para pelaku usaha, terutama kader Fatayat NU yang memiliki usaha, untuk aktif memanfaatkan fasilitas koperasi ini sebagai bagian dari ekosistem UMKM Koperasi.
Menurut Farida, gagasan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang diusung oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto adalah upaya konkret untuk memperkuat ekonomi akar rumput. Program ini dirancang untuk menciptakan ekosistem di mana UMKM dapat tumbuh dan berkembang secara mandiri melalui wadah koperasi, dengan tujuan memberdayakan ekonomi kerakyatan, meningkatkan ketahanan pangan, dan mengendalikan inflasi.
Melalui koperasi, produk-produk lokal memiliki jalur distribusi yang lebih langsung dan efisien, mengurangi ketergantungan pada rantai pasok yang panjang atau pusat perbelanjaan besar. Program ini juga menargetkan pembentukan koperasi di setiap desa dan kelurahan sebagai pusat layanan ekonomi, sosial, dan kesehatan masyarakat.
Peran Perempuan dan Kesehatan Ekonomi Melalui Gerakan Fatayat NU
Kegiatan Fun Run yang diselenggarakan oleh Pengurus Wilayah Fatayat NU Jawa Barat di Alun-Alun Purwakarta bukan sekadar acara seremonial, melainkan bagian dari kampanye hidup sehat. Farida Farichah mengapresiasi acara ini sebagai upaya yang komprehensif, mencakup kesehatan jasmani, rohani, dan ekonomi masyarakat.
Wakil Menteri Koperasi dan UKM menjelaskan bahwa kesehatan ekonomi suatu negara sangat ditentukan oleh peran perempuan yang sehat. Perempuan yang sehat akan melahirkan generasi yang sehat, sehingga berbagai upaya untuk menjaga kesehatan individu melalui olahraga menjadi sangat penting sebagai investasi utama.
Ketua PW Fatayat NU Jawa Barat, Hj. Minyatul Ummah, mengungkapkan rasa terima kasihnya yang mendalam atas kelancaran acara Harlah Fatayat NU ke-76 ini. Ia menambahkan bahwa Fun Run ini tidak hanya bertujuan menanamkan gaya hidup sehat dan aktif di kalangan anggotanya, tetapi juga untuk mempererat tali silaturahmi, menumbuhkan sportivitas yang tinggi, serta menikmati momen kebersamaan dan persaudaraan yang erat di kalangan kadernya. Kegiatan semacam ini diharapkan dapat terus menginspirasi dan memberikan dampak positif bagi seluruh anggota Fatayat NU dan masyarakat luas.
Sumber: AntaraNews