Program MBG BGN Ciptakan Hampir 900 Ribu Lapangan Kerja Baru di Seluruh Indonesia
Badan Gizi Nasional (BGN) melaporkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah berhasil menciptakan hampir 900 ribu lapangan kerja baru di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) seluruh Indonesia. Penasaran bagaimana dampaknya?
Badan Gizi Nasional (BGN) mengumumkan pencapaian signifikan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berhasil menciptakan ratusan ribu lapangan kerja baru. Sekretaris Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola BGN, Ermia Sofiyessi, mengungkapkan data terbaru ini di Jakarta pada Jumat, 13 Februari 2026.
Inisiatif ini tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pembukaan kesempatan kerja. Hingga saat ini, lebih dari 890 ribu lapangan kerja telah tercipta di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah.
Program MBG secara masif memberikan dampak positif, terutama bagi penerima manfaat mulai dari siswa PAUD hingga SMA, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Perluasan jangkauan program menunjukkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Capaian Impresif Lapangan Kerja dan Operasional SPPG
Ermia Sofiyessi menyatakan bahwa capaian lapangan kerja baru di SPPG telah mencapai angka 897.777. Jumlah ini menunjukkan skala besar dampak ekonomi yang dihasilkan oleh Program MBG sejak diluncurkan.
Selain penciptaan lapangan kerja, operasional SPPG juga menunjukkan kemajuan pesat. Per 12 Februari 2026, sebanyak 21.897 SPPG telah beroperasi dan melayani sekitar 65 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Portal pendaftaran SPPG saat ini telah ditutup, dengan fokus pada penyelesaian pembangunan fasilitas yang ada. Hal ini memastikan bahwa infrastruktur pendukung Program MBG dapat berfungsi optimal.
Keberadaan SPPG ini menjadi tulang punggung dalam distribusi makanan bergizi, memastikan bahwa bantuan dapat tersalurkan secara efektif dan efisien kepada kelompok sasaran.
Target Ambisius dan Ekspansi SPPG di Seluruh Negeri
BGN menargetkan 23 ribu SPPG dapat beroperasi penuh pada Maret 2026 untuk mendukung Program MBG. Saat ini, sekitar 5.000 SPPG masih dalam tahap pembangunan dan diharapkan segera rampung.
Pada tahun 2025, total 32 ribu SPPG telah beroperasi, namun tingginya animo masyarakat mendorong BGN untuk menambah target. Untuk tahun 2026, target ditingkatkan menjadi 33.670 SPPG.
Dari jumlah tersebut, 25.400 SPPG akan berlokasi di daerah aglomerasi atau perkotaan padat penduduk. Sementara itu, 8.270 SPPG lainnya akan dibangun di daerah terpencil untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas.
Ekspansi ini menunjukkan komitmen BGN untuk memastikan pemerataan akses terhadap Program MBG, tidak hanya di pusat-pusat kota tetapi juga di wilayah yang sulit dijangkau.
Perluasan Jangkauan Penerima Manfaat Program MBG
Program MBG tidak hanya berfokus pada perluasan fasilitas, tetapi juga pada penambahan cakupan penerima manfaat. Pada tahun 2025, guru dan tenaga kependidikan belum termasuk dalam daftar penerima.
Namun, mulai Januari 2026, guru dan tenaga kependidikan di sekolah-sekolah kini juga mendapatkan manfaat dari Program MBG. Ini merupakan langkah progresif untuk mendukung kesejahteraan para pendidik.
Penambahan kategori penerima manfaat ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan kinerja para tenaga pendidik. Mereka adalah pilar penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Dengan cakupan yang semakin luas, Program MBG diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia secara menyeluruh.
Sumber: AntaraNews