Program Makan Bergizi Gratis Jangkau 12.573 Warga Pasaman Barat
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pasaman Barat menjangkau 12.573 orang, termasuk ibu hamil, balita, dan tenaga pendidik, menunjukkan komitmen pemenuhan gizi.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh Badan Gizi Nasional (BGN) telah memberikan manfaat signifikan bagi ribuan penduduk di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 12.573 orang telah menerima bantuan gizi melalui program ini.
Penyaluran manfaat MBG ini dilakukan melalui lima Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi secara aktif di wilayah tersebut. Keberadaan SPPG ini menjadi tulang punggung dalam memastikan distribusi makanan bergizi tepat sasaran dan berkelanjutan.
Koordinator Wilayah BGN Pasaman Barat, Putri Geo Anggriani, menjelaskan bahwa program ini menyasar berbagai kelompok rentan. Penerima manfaat meliputi ibu hamil menyusui, balita, peserta didik, dan tenaga kerja didik, menunjukkan cakupan yang luas untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat sejak dini.
Cakupan dan Sasaran Program Makan Bergizi Gratis
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pasaman Barat secara spesifik menargetkan beberapa kelompok prioritas untuk pemenuhan gizi. Kelompok ini termasuk ibu hamil menyusui, balita, peserta didik, dan tenaga kerja didik, yang merupakan pilar penting dalam pembangunan sumber daya manusia.
Meskipun demikian, tidak semua tenaga pendidik dapat langsung terakomodasi dalam program ini. Putri Geo Anggriani menjelaskan bahwa setiap SPPG memiliki kapasitas maksimal untuk melayani 3.000 penerima manfaat. Oleh karena itu, jumlah tenaga pendidik yang menerima MBG saat ini berkisar antara dua hingga lima orang per sekolah, untuk menjaga efektivitas distribusi.
Ke depan, Badan Gizi Nasional (BGN) berencana untuk memperluas cakupan program ini dengan menargetkan pembentukan SPPG di seluruh 11 kecamatan di Pasaman Barat. Bahkan, di beberapa kecamatan, jumlah SPPG bisa mencapai tiga hingga empat unit, tergantung pada jumlah sasaran penerima manfaat.
Selain itu, terdapat rencana untuk mulai menyalurkan MBG kepada warga lanjut usia (lansia) jika kapasitas dapur SPPG sudah memadai atau mengalami kelebihan muatan. Prioritas saat ini masih difokuskan pada ibu hamil menyusui, balita, peserta didik, dan tenaga kerja didik, mengingat pentingnya pemenuhan gizi pada kelompok tersebut.
Peran SPPG dan Dampak Ekonomi Lokal
Keberadaan lima Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di Pasaman Barat tidak hanya berperan dalam distribusi makanan bergizi, tetapi juga memberikan dampak positif pada perekonomian lokal. SPPG ini telah berhasil menyerap sebanyak 260 tenaga kerja dari masyarakat setempat.
Setiap SPPG yang beroperasi mempekerjakan tim yang terdiri dari 48 relawan, satu kepala SPPG, satu ahli gizi, dan satu orang chef. Ini berarti satu SPPG secara langsung menciptakan 52 lapangan kerja, memberikan kesempatan bagi warga lokal untuk berkontribusi dalam program dan meningkatkan pendapatan mereka.
Putri Geo Anggriani menambahkan bahwa jumlah SPPG di Pasaman Barat kemungkinan besar akan terus bertambah. Penambahan ini secara otomatis akan membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat lokal, memperkuat ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan.
Dengan demikian, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berfokus pada peningkatan gizi, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja. Ini sejalan dengan tujuan BGN untuk mewujudkan generasi emas Indonesia melalui program gizi yang inovatif dan terpadu.
Sumber: AntaraNews