Program MBG Kotim Raih Capaian Gemilang, 11 Ribu Penerima Manfaat Terlayani
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kotawaringin Timur (Kotim) telah melayani 11.000 penerima manfaat hingga Februari 2026, menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam pemenuhan gizi. Simak detail perluasan layanannya yang menjangkau hingga pelosok des
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menunjukkan kemajuan signifikan, dengan jumlah penerima manfaat yang terus bertambah. Inisiatif pemerintah daerah ini bertujuan untuk memastikan pemenuhan gizi bagi berbagai lapisan masyarakat rentan. Hingga akhir Februari 2026, program ini telah berhasil menjangkau ribuan individu di berbagai wilayah strategis.
Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kotim, Umar Kaderi, mengungkapkan bahwa hingga 24 Februari 2026, sedikitnya 11.000 orang telah merasakan manfaat dari program ini. Penerima manfaat tersebut meliputi siswa, santri, tenaga pendidik, serta kelompok kategori 3B yang mencakup ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Data ini menunjukkan cakupan program yang luas dan inklusif.
Program MBG Kotim diimplementasikan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di beberapa lokasi. Empat SPPG telah beroperasi penuh, menjadi tulang punggung dalam penyediaan makanan bergizi. Keberadaan SPPG ini menjadi bukti komitmen pemerintah Kotim dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakatnya.
Perkembangan Signifikan Program MBG Kotim
Hingga 24 Februari 2026, empat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi penuh di Kabupaten Kotawaringin Timur, melayani total lebih dari 11.000 penerima manfaat. SPPG ini berlokasi strategis di Kelurahan Mentawa Baru Hilir, Mentawa Baru Hulu, Baamang Tengah, serta wilayah Parenggean. Keempat SPPG tersebut menjadi pusat distribusi utama dalam program Makan Bergizi Gratis Kotim.
Rincian data menunjukkan bahwa SPPG Mentawa Baru Hilir melayani 3.430 penerima manfaat, sementara SPPG Mentawa Baru Hulu menjangkau 2.866 penerima. Selanjutnya, SPPG Baamang Barat telah melayani 2.498 penerima, dan di Parenggean, sebanyak 2.561 penerima manfaat telah terlayani. Angka-angka ini mencerminkan efektivitas dan jangkauan Program MBG Kotim dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat.
Umar Kaderi menegaskan bahwa Program MBG Kotim merupakan upaya nyata pemerintah daerah dalam memastikan pemenuhan gizi melalui layanan dapur SPPG. Keberadaan SPPG di sejumlah kecamatan strategis ini sangat vital. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk tidak hanya meluncurkan program, tetapi juga memastikan implementasinya berjalan lancar dan tepat sasaran.
Perluasan Jangkauan Layanan Gizi di Kotim
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, bekerja sama dengan instansi vertikal, sedang mempersiapkan operasional dua unit SPPG tambahan untuk memperluas cakupan Program MBG Kotim. Dua SPPG baru ini akan berlokasi di Baamang Barat dan Cempaga Hulu, tepatnya di Desa Pelantaran, yang merupakan bagian dari SPPG Polri. Penambahan ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat.
Selain penambahan unit di wilayah yang lebih mudah dijangkau, perluasan layanan Program MBG Kotim juga menyasar daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T). Kecamatan Antang Kalang dan Telaga Antang menjadi fokus perluasan ini. Inisiatif ini bertujuan untuk memastikan pemerataan akses gizi hingga ke pelosok desa, sehingga tidak ada warga yang tertinggal dari manfaat program.
Umar Kaderi menekankan bahwa pembangunan SPPG tidak hanya terfokus di perkotaan, tetapi juga di daerah pelosok. Upaya ini sejalan dengan tujuan utama program Makan Bergizi Gratis Kotim. Dengan demikian, diharapkan seluruh masyarakat, termasuk yang berada di wilayah terpencil, dapat merasakan dampak positif dari program pemenuhan gizi ini.
Dampak Positif dan Tujuan Program MBG
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kotim memiliki tujuan utama untuk meningkatkan asupan gizi anak sekolah dan kelompok rentan. Peningkatan asupan gizi ini sangat penting demi mendukung kualitas kesehatan secara keseluruhan. Program ini berupaya menciptakan generasi muda yang lebih sehat dan kuat.
Selain aspek kesehatan, program ini juga berfokus pada peningkatan pertumbuhan fisik dan konsentrasi belajar generasi muda. Gizi yang cukup dan seimbang adalah fondasi penting bagi perkembangan kognitif dan fisik anak-anak. Dengan gizi yang baik, diharapkan siswa dapat belajar dengan lebih fokus dan mencapai potensi akademik terbaik mereka.
Pemerintah Kotim terus berupaya agar Program MBG ini dapat merata di seluruh wilayah Kotawaringin Timur. Komitmen ini mencerminkan visi pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul. Dengan pemerataan akses gizi, diharapkan kualitas hidup masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan, dapat meningkat secara signifikan.
Sumber: AntaraNews