DJPb Kemenkeu: 300 Ribu Lebih Warga Bengkulu Nikmati Program Makan Bergizi Gratis
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah pusat telah menjangkau lebih dari 300 ribu penerima di Provinsi Bengkulu, menggerakkan ekonomi lokal dan memastikan asupan gizi bagi masyarakat.
Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan bahwa hingga awal Maret 2026, sebanyak 300.812 orang di Provinsi Bengkulu telah merasakan manfaat dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah pusat. Program ini tersebar di seluruh 10 kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu, menunjukkan cakupan yang luas.
Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) DJPb Bengkulu, Muhammad Irfan Surya Wardhana, menyatakan bahwa penyaluran program MBG ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi. Program ini juga menjadi katalisator penting untuk menggerakkan roda ekonomi regional di Provinsi Bengkulu.
Total anggaran yang telah dialokasikan dan disalurkan untuk program Makan Bergizi Gratis ini mencapai Rp173,23 miliar. Dana tersebut digunakan selama periode Januari hingga akhir Februari 2026, menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi lokal.
Cakupan dan Anggaran Program Makan Bergizi di Bengkulu
Program Makan Bergizi Gratis telah berhasil menjangkau lebih dari 300 ribu penerima di seluruh wilayah Provinsi Bengkulu, meliputi 10 kabupaten dan kota. Kabupaten Bengkulu Tengah, Kepahiang, Rejang Lebong, Lebong, Mukomuko, Bengkulu Utara, Kota Bengkulu, Seluma, Bengkulu Selatan, dan Kaur merupakan daerah-daerah yang telah mendapatkan manfaat dari inisiatif ini.
Penyaluran anggaran sebesar Rp173,23 miliar dari Januari hingga Februari 2026 dilakukan melalui 214 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Selain itu, sebanyak 472 pemasok lokal turut terlibat dalam program ini.
Pemasok tersebut terdiri dari koperasi, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang beroperasi di Provinsi Bengkulu. Keterlibatan mereka menciptakan peluang ekonomi yang signifikan bagi masyarakat setempat.
Kelompok Penerima Manfaat dan Dampak Ekonomi Lokal
Program Makan Bergizi Gratis di Provinsi Bengkulu menyasar lima kelompok penerima utama untuk memastikan pemerataan manfaat. Kelompok tersebut mencakup 9.010 anak PAUD, 15.152 anak TK, 110.292 siswa SD sederajat, 58.275 siswa SMP, dan 65.477 siswa SMA.
Selain itu, kelompok 3B yang meliputi ibu hamil (bumil), ibu menyusui (busui), dan bayi usia di bawah lima tahun (balita) juga menjadi prioritas dengan jumlah penerima mencapai 25.602 orang. Fokus pada kelompok ini menunjukkan perhatian pemerintah terhadap gizi di masa pertumbuhan krusial.
Program ini juga menjadi pendorong ekonomi regional yang kuat, sebagaimana disampaikan oleh Muhammad Irfan Surya Wardhana. Pemerintah daerah didorong untuk mengidentifikasi peluang melalui interkoneksi dapur MBG dengan sektor usaha nyata.
Berbagai komoditas lokal dipasok oleh pelaku usaha di Kota Bengkulu untuk memenuhi kebutuhan program MBG. Komoditas tersebut antara lain air, beras, ayam potong, sayur mayur, buah-buahan, susu, ikan, telur, tahu, tempe, serta bumbu dapur seperti serai dan daun jeruk, yang semuanya berasal dari produksi lokal.
Sumber: AntaraNews