Budidaya Ikan Tawar RAS Lebak Siap Pasok Program Makan Bergizi Gratis, Tingkatkan Ekonomi Warga
Dinas Perikanan Lebak dorong budidaya ikan tawar RAS Lebak untuk memenuhi kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat.
Dinas Perikanan Kabupaten Lebak mengumumkan inisiatif budidaya tematik dengan teknologi Recirculating Aquaculture System (RAS). Program ini bertujuan untuk memasok kebutuhan ikan tawar bagi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tersebut. Kepala Bidang Pengelolaan Perikanan Budidaya, Deni Iskandar, menjelaskan bahwa sistem ini akan dikelola oleh Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah aktif mensosialisasikan budidaya tematik RAS kepada seluruh pengelola KDKMP. Sosialisasi ini penting untuk memastikan ketersediaan protein hewani. Inisiatif ini diharapkan dapat mendukung pelaksanaan program MBG secara berkelanjutan.
Pengelolaan budidaya tematik oleh KDKMP diproyeksikan akan memberikan dampak positif signifikan. Selain memenuhi kebutuhan pangan, program ini juga berpotensi menggulirkan perekonomian lokal. Hal ini juga akan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar.
Potensi Ekonomi dan Kesejahteraan Melalui Budidaya RAS
Deni Iskandar menjelaskan potensi ekonomi dari budidaya ikan tawar RAS ini. Jika produksi ikan lele mencapai 1 ton, dengan harga Rp20.000 per kilogram, pendapatan bisa mencapai Rp20 juta per musim panen. Angka ini menunjukkan prospek cerah bagi peningkatan pendapatan masyarakat.
Penghasilan sebesar itu diharapkan dapat secara signifikan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lebak. Program ini tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga pada pemberdayaan ekonomi lokal. KDKMP akan menjadi tulang punggung dalam pengelolaan dan distribusi hasil panen.
Pengembangan budidaya tematik ini akan mendapatkan bantuan dari KKP. Bantuan meliputi pembangunan kolam permanen seluas 1.000 meter persegi, pompa, serta benih ikan. Dukungan infrastruktur ini krusial untuk keberlanjutan program.
Pembangunan kolam akan diprioritaskan di lokasi yang memiliki sumber air memadai. Hal ini untuk memastikan efisiensi operasional dan keberhasilan budidaya. KDKMP diharapkan dapat mengelola fasilitas ini dengan optimal.
Keunggulan Teknologi Recirculating Aquaculture System (RAS)
Budidaya tematik dengan sistem teknologi RAS merupakan metode intensif dalam budidaya ikan. Sistem ini memungkinkan pemanfaatan air secara terus menerus melalui resirkulasi. Ini adalah solusi inovatif untuk efisiensi sumber daya air.
Teknologi RAS menggunakan serangkaian filter canggih, termasuk filter fisika, filter biologi, ultra violet (UV), dan oksigen generator. Komponen-komponen ini bekerja bersama untuk mengontrol dan menstabilkan kondisi lingkungan ikan. Kualitas air yang terjaga sangat penting untuk pertumbuhan ikan.
Penerapan RAS juga berkontribusi pada pengurangan jumlah penggunaan air secara signifikan. Selain itu, sistem ini terbukti mampu meningkatkan tingkat hidup populasi ikan. Ini menjadikannya pilihan budidaya yang berkelanjutan dan produktif.
Dalam budidaya tematik ini, jenis ikan tawar yang dikembangkan adalah lele dan nila. Ikan lele memiliki masa panen yang relatif singkat, yaitu 40 hari. Sementara itu, ikan nila dapat dipanen dalam waktu sekitar tiga bulan, memberikan variasi produk.
Dukungan KDKMP dan Harapan Masa Depan
Ketua KDKMP Desa Jatimulya Rangkasbitung, Ajat Sudrajat, menyambut positif program budidaya tematik RAS ini. Pihaknya melihat potensi besar dalam memenuhi kebutuhan konsumsi ikan tawar bagi masyarakat dan program MBG. KDKMP siap berpartisipasi aktif.
Ajat Sudrajat menyatakan bahwa KDKMP telah mengusulkan pengembangan budidaya tematik RAS kepada KKP. Usulan ini mencakup permohonan bantuan pembangunan infrastruktur dan kebutuhan lainnya. Ketersediaan lahan seluas 1.000 meter persegi sudah disiapkan.
Deni Iskandar berharap KDKMP dapat mengelola budidaya tematik ini dengan baik. Keberhasilan pengelolaan akan sangat menentukan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Ini juga akan memastikan pasokan berkelanjutan untuk program Makan Bergizi Gratis.
Sumber: AntaraNews