Menteri Zulhas Siapkan Tambak Raksasa di Jateng, Targetkan 70.000 Ton Ikan untuk Dukung MBG

Ia berencana untuk membuka tambak ikan guna meningkatkan produksi ikan di Jawa Tengah.

Danny Adriadhi Utama
Oleh Danny Adriadhi Utama - Reporter
Menteri Zulhas Siapkan Tambak Raksasa di Jateng, Targetkan 70.000 Ton Ikan untuk Dukung MBG
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Danny Adriadhi Utama)

Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono memperkirakan kebutuhan ikan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pulau Jawa mencapai 70.000 ton per tahun.

"Sangat besar potensinya. Ya, kira-kira sekitar 70.000 ton," kata Sakti Wahyu Trenggono di Semarang, Senin (13/10).

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan mengatakan untuk memenuhi potensi kebutuhan itu, ia berencana untuk membuka tambak ikan guna meningkatkan produksi ikan di Jawa Tengah. Program ini sejalan dengan target swasembada pangan yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

"Swasembada pangan ini pelopor untuk meningkatkan protein, ikan, ayam, sapi. Di Jawa Tengah ini akan dibangun besar-besaran tambak ikan ya,” kata Zulkifli Hasan setelah menghadiri acara Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) I DPW PAN Jawa Tengah.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jawa Tengah, Endi Faiz Effendi mengatakan bahwa program MBG yang dijalankan melalui sekitar 1.500 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berpotensi menyerap hampir 30.000 ton lele setiap tahun.

Selain lele, DKP juga merencanakan peningkatan produksi nila salin dan bandeng. Salah satu strategi yang dilakukan adalah memanfaatkan tambak-tambak idle yang tidak aktif.

"Jawa Tengah ini sedang melakukan upaya meningkatkan produktivitas lele dengan memanfaatkan tambak-tambak idle untuk memproduksi nila salin. Dan nila salin ini akan meningkatkan produktivitas ikan nila di Jawa Tengah,” kata dia.

Produksi ikan nila Jawa Tengah Pada tahun 2024, Jawa Tengah memproduksi 11.000 ton nila salin dengan luas lahan 4,41 hektar. Tahun ini, DKP menargetkan produksi sebanyak 11.100 ton dengan luas lahan yang kurang lebih sama.

Namun, pada tahun 2026, luas lahan ditargetkan bertambah menjadi 7,29 hektar dengan produksi 18.200 ton nila. Pada tahun 2027 luas lahan dipatok 13,4 hektar dengan produksi 33.500 ton.

Sementara itu, pada tahun 2028 dan 2029, dengan kisaran 19 hektar, diharapkan dapat memproduksi 48.700 ton nila salin.

"Tahun depan kami akan mengusulkan terutama kawasan nila salin yang di Pati ini untuk bisa dijadikan kampung budidaya. Kalau sekarang ini yang diprogramkan oleh pusat ada beberapa kampung tematik untuk komoditas lele, bandeng, dan nila salin,” katanya.

Rekomendasi