Pemerintah Siapkan Aturan, Ikan Jadi Bahan Baku MBG di Seluruh Indonesia
Sebab wilayah ini dianggap memiliki dukungan infrastruktur yang kuat serta kualitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mumpuni.
Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) sedang menetapkan aturan penggunaan bahan baku ikan untuk pelaksanaan makan bergizi gratis di seluruh Indonesia. Langkah strategis ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan protein hewani berkualitas bagi masyarakat sekaligus memberdayakan rantai pasok lokal.
Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Dandy Satria Iswara mengatakan, Jawa Tengah ditunjuk sebagai proyek percontohan (pilot project) nasional dalam mengintegrasikan produk perikanan ke dalam program MBG.
Sebab wilayah ini dianggap memiliki dukungan infrastruktur yang kuat serta kualitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mumpuni. Banyak UMKM lokal yang telah mengantongi sertifikasi resmi dan memenuhi standar ketat untuk menjadi pemasok program MBG.
"Jawa Tengah jadi perhatiannya tinggi untuk makanan bergizi gratis baik dari kuantitas, kualitas, dan juga kepatuhannya. Maka kami mencoba melihat Jawa Tengah ini sebagai pilot project bagaimana kita menghubungkan produk perikanan kita dengan unit pengolahan ikan dan juga UMKM," kata Dandy di gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang (13/4).
Potensi Perikanan
Dia menyebut potensi perikanan di Jawa Tengah, baik dari sektor air tawar maupun laut, dinilai sangat ideal untuk memenuhi standar gizi program pemerintah. Jenis ikan seperti lele, ikan hasil budidaya, hingga ikan tangkap laut diproyeksikan menjadi komoditas utama dalam menu harian.
"Produk perikanan kita bagus, proteinnya tinggi dianggap sebagai solusi efektif dalam meningkatkan kualitas gizi anak-anak, dan cocok untuk ada di menu. Seperti ikan lele, ikan budidaya, maupun ikan tangkap laut, peluangnya besar sekali,” ungkapnya.
Meski potensi melimpah, saat ini penerapan menu ikan dalam program MBG masih belum merata dan konsisten di berbagai daerah. Ada wilayah yang baru bisa menyajikan menu ikan seminggu sekali, bahkan dua minggu sekali.
Strategi Capai Target
"Jadi kalau kita lihat, ada beberapa kabupaten yang seminggu sekali, ada yang dua minggu sekali. Jadi memang belum konsisten, kita lagi berusaha. Kita dorong supaya nanti menu ikan itu bisa dua kali dalam seminggu secara nasional, tapi ini masih kita tunggu karena hulunya juga harus siap,” jelasnya.
Untuk mencapai target tersebut, pemerintah akan menerapkan kebijakan secara bertahap. Hal ini dilakukan agar seluruh ekosistem, mulai dari nelayan di hulu, unit pengolahan, hingga UMKM penyedia makanan di hilir, dapat beradaptasi dengan lonjakan kebutuhan pasokan ikan dalam program MBG.