BKKBN Maluku Kawal MBG Stunting di Seram Barat, Pastikan Program Tepat Sasaran
BKKBN Maluku kawal MBG Stunting di Seram Barat, memastikan program Makanan Bergizi Gratis efektif menjangkau kelompok rentan untuk percepatan penurunan angka stunting.
Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku menunjukkan komitmen kuat dalam upaya pencegahan stunting di daerah. Pada Sabtu, 2 Mei, mereka secara langsung mengawal pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Seram Bagian Barat. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa bantuan gizi tersebut benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak maksimal bagi masyarakat.
Kunjungan ini merupakan bagian integral dari strategi pengawasan BKKBN untuk menjamin distribusi MBG berjalan efektif, terutama bagi kelompok rentan yang menjadi prioritas utama dalam intervensi penurunan stunting. Fokus utama adalah pada ibu hamil, ibu menyusui, serta anak-anak di bawah usia dua tahun dan balita.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, Mauliwaty Bulo, menyatakan bahwa peninjauan langsung dilakukan ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Al-Barqah Nahdliyin di Desa Waimital, Kecamatan Kairatu. Kegiatan penting ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Seram Bagian Barat, Suhna Umayyah, serta Ketua TP PKK Desa Waimital.
Pengawasan Ketat BKKBN Maluku untuk Program MBG
BKKBN Provinsi Maluku secara aktif melakukan pengawasan ketat terhadap program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Seram Bagian Barat. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa setiap bantuan gizi yang disalurkan benar-benar mencapai target yang telah ditetapkan. Pengawasan ini menjadi krusial dalam upaya nasional menekan angka stunting yang masih menjadi perhatian serius.
Peninjauan langsung ke fasilitas penyedia makanan, seperti dapur SPPG Yayasan Al-Barqah Nahdliyin, memungkinkan BKKBN untuk melihat secara langsung proses persiapan dan distribusi. Hal ini juga menjadi kesempatan untuk berdialog dengan para pengelola program dan memastikan standar kualitas serta kebersihan terpenuhi. Mauliwaty Bulo menyampaikan apresiasi kepada pengelola SPPG yang dinilai konsisten dalam menyalurkan program MBG.
Keterlibatan berbagai pihak, termasuk Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Seram Bagian Barat serta TP PKK Desa Waimital, menunjukkan adanya sinergi yang kuat. Kolaborasi ini penting untuk menciptakan ekosistem yang mendukung keberhasilan program pencegahan stunting di tingkat lokal. Upaya kolektif ini diharapkan dapat mempercepat penurunan stunting.
Distribusi MBG: Menjangkau Ribuan Penerima Manfaat
Berdasarkan hasil kunjungan, dapur SPPG Yayasan Al-Barqah Nahdliyin diketahui melayani sebanyak 1.968 penerima manfaat program MBG. Angka ini menunjukkan jangkauan yang luas dari program tersebut dalam menyediakan asupan gizi. Distribusi makanan bergizi ini merupakan salah satu strategi efektif dalam memerangi stunting di kalangan anak-anak dan kelompok rentan.
Dari total penerima manfaat, 1.514 di antaranya adalah siswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK, SD, SMP, hingga SMA. Penyaluran gizi kepada anak sekolah sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang dan konsentrasi belajar mereka. Ini juga membantu memastikan bahwa generasi muda mendapatkan nutrisi yang cukup untuk masa depan yang lebih baik.
Selain siswa, program MBG juga menyasar 454 penerima yang masuk dalam kategori MBG 3B, yaitu kelompok yang paling rentan terhadap risiko stunting. Kategori ini meliputi:
Fokus pada kelompok ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan dalam pencegahan stunting sejak dini. Kepala SPPG Yayasan Al-Barqah Nahdliyin, Rosalinda Laturake, menjelaskan bahwa distribusi MBG dilakukan secara terjadwal ke sejumlah sekolah. Untuk jenjang TK dan SD, penyaluran dilakukan pada pukul 10.00 WIT, sedangkan untuk madrasah tsanawiyah (MTs) dan madrasah aliyah (MA) pada pukul 11.00 WIT.
Sekolah-sekolah yang menerima manfaat program ini antara lain TK Pembina Kairatu, SD Inpres Waimital, SD Negeri 1, 2, dan 3 Waimital, SD Inpres Waipirit, SMP Negeri 2 Kairatu, MTs Pondok Pesantren, serta MA Kairatu.
Komitmen Bersama dalam Pencegahan Stunting
Mauliwaty Bulo menegaskan harapannya agar program MBG ini benar-benar tepat sasaran dan mampu meningkatkan asupan gizi ibu hamil, ibu menyusui, serta anak-anak. Dengan demikian, upaya menekan angka stunting di Kabupaten Seram Bagian Barat dapat tercapai secara optimal. Ia menambahkan, pengawasan langsung seperti ini sangat penting untuk memastikan intervensi gizi yang dilakukan pemerintah berjalan efektif hingga ke tingkat desa.
Kunjungan BKKBN ini tidak hanya sebatas pengawasan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menyeluruh dalam mempercepat penurunan stunting di daerah. Hal ini dilakukan melalui penguatan program berbasis pemenuhan gizi masyarakat. Edukasi dan penyediaan akses terhadap makanan bergizi menjadi pilar utama dalam strategi ini.
Sinergi antara pemerintah pusat melalui BKKBN, pemerintah daerah, dan lembaga swadaya masyarakat seperti Yayasan Al-Barqah Nahdliyin, menunjukkan komitmen bersama. Kolaborasi ini esensial untuk menciptakan dampak yang berkelanjutan dalam mengatasi masalah stunting. Dengan kerja sama yang solid, target penurunan stunting dapat dicapai lebih cepat dan efektif.
Sumber: AntaraNews