Fakta Unik: 178 Sasaran Tervalidasi, BKKBN Pantau Gizi Ibu Hamil dan Balita di Manado
Kemendukbangga/BKKBN melakukan **BKKBN Pantau Gizi** di Manado, memastikan program makanan bergizi bagi 178 ibu hamil, menyusui, dan balita berjalan efektif. Bagaimana hasilnya?
Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) baru-baru ini melakukan pemantauan intensif di Sulawesi Utara. Kegiatan ini berfokus pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani kelompok rentan di Kota Manado, guna memastikan kualitas layanan.
Pemantauan tersebut secara khusus menargetkan kelompok 3B, yaitu ibu menyusui, ibu hamil, dan balita nonpeserta didik. Langkah ini diambil untuk memastikan distribusi dan efektivitas Program Makanan Bergizi Tambahan (MBG) di wilayah tersebut, khususnya di Winangun Dua, Manado.
Inspektur Wilayah II Kemendukbangga, Hery Wiyanto, bersama Kepala Perwakilan BKKBN Sulut, Jeanny Yola Winokan, memimpin langsung kegiatan ini. Mereka meninjau pelaksanaan program di Kelurahan Winangun Satu dan Winangun Dua, memastikan semua berjalan sesuai rencana dan pedoman yang berlaku.
BKKBN Pantau Gizi: Memastikan Distribusi Tepat Sasaran
Program MBG yang dipantau di SPPG khusus Kodim 1309 Manado, khususnya di Winangun Dua, melayani total 178 sasaran. Angka ini mencakup 40 ibu hamil dan menyusui, serta 138 balita nonpeserta didik yang sangat membutuhkan asupan gizi tambahan untuk tumbuh kembang optimal dan mencegah stunting.
Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Sulut, Jeanny Y Winokan, menegaskan pentingnya kegiatan pemantauan ini. "Melalui kegiatan ini, pemantauan proses distribusi ke penerima manfaat sangat penting guna memastikan pelaksanaan program berjalan efektif dan sesuai pedoman yang telah ditetapkan," ujarnya.
Kegiatan pemantauan terhadap sasaran manfaat berjalan dengan lancar dan mendapat respon positif dari masyarakat setempat. Hal ini menunjukkan bahwa program BKKBN Pantau Gizi ini diterima dengan baik dan memberikan dampak nyata di komunitas, khususnya dalam peningkatan status gizi.
Kehadiran langsung tim pemantau di lapangan juga berfungsi sebagai bentuk akuntabilitas dan transparansi. Ini memastikan bahwa setiap tahapan penyaluran bantuan makanan bergizi dilakukan secara cermat dan tepat sasaran, sesuai dengan kebutuhan mendesak.
Peran Vital Pendamping dalam Program Gizi BKKBN
Dalam rangkaian pemantauan ini, tim Kemendukbangga dan BKKBN Sulut mendatangi langsung dua keluarga penerima manfaat secara personal. Mereka adalah Ibu Icin Bado (35), seorang ibu menyusui, serta Vilia Jermias, balita usia dua tahun, bersama ayahnya Josef Jermias, untuk melihat langsung kondisi mereka.
Kunjungan ini memberikan gambaran nyata tentang dampak program di lapangan, sekaligus menjadi momen untuk berinteraksi langsung dengan penerima. Interaksi dengan penerima manfaat membantu tim memahami kebutuhan spesifik dan tantangan yang mungkin dihadapi dalam pemenuhan gizi sehari-hari.
Selama pemantauan, Hery Wiyanto dan Jeanny Yola Winokan didampingi oleh PKB/PLKB serta kader/TPK setempat yang berdedikasi. Para pendamping ini memiliki peran vital dalam memantau pertumbuhan, kesehatan, dan memastikan program MBG tersalurkan tepat waktu kepada yang membutuhkan di wilayahnya.
Jeanny Yola Winokan secara khusus menyoroti kontribusi para pendamping yang tak kenal lelah. "Para pendamping inilah yang berperan dalam memantau pertumbuhan, kesehatan, serta memastikan program MBG tersalurkan sesuai dengan kebutuhan sasaran," kata Jeanny, menekankan pentingnya kolaborasi ini untuk kesuksesan program.
Sumber: AntaraNews