Pemprov Sulteng Fokuskan Program Makan Bergizi Gratis untuk Atasi Stunting Anak
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memfokuskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara spesifik untuk penanganan stunting pada anak, dengan pendekatan personal dan dukungan komunitas guna memastikan gizi tepat sasaran dan efektif.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) mengambil langkah progresif dengan memfokuskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk penanganan masalah stunting pada anak. Inisiatif ini menandai komitmen serius pemerintah daerah dalam mengatasi tantangan gizi yang masih menghantui banyak keluarga di wilayah tersebut.
Gubernur Sulteng, Anwar Hafid, menyampaikan arahan ini saat pencanangan program inovasi Berani Pelita Hati di Posyandu Desa Nupabomba, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, pada hari Sabtu. Program ini bertujuan untuk peduli kesehatan ibu dan anak, memberikan harapan baru bagi keluarga yang memiliki anak dengan kondisi stunting.
Pendekatan yang diambil tidak seragam, melainkan disesuaikan dengan kondisi gizi masing-masing anak, memastikan bantuan yang diberikan lebih efektif dan tepat sasaran. Fokus ini diharapkan mampu mempercepat penurunan angka stunting di Sulawesi Tengah.
Penguatan Program Makan Bergizi Gratis untuk Anak Stunting
Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebaiknya diarahkan khusus untuk anak-anak stunting, bukan disamaratakan. Pendekatan ini memungkinkan ibu sebagai pihak yang paling memahami kebutuhan gizi anaknya untuk berperan aktif dalam menentukan asupan makanan yang tepat. Pemerintah hadir untuk mendukung, namun tetap berbasis pada keluarga.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Gubernur meminta seluruh jajaran perangkat daerah segera menyiapkan skema pelaksanaan program ini. Keterlibatan pemerintah desa, tim Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjadi kunci agar bantuan gizi dapat langsung menjangkau keluarga sasaran dengan efisien.
Anwar Hafid juga menetapkan target evaluasi yang ketat, yaitu enam bulan ke depan, tepatnya pada Juli 2026. Ia berjanji akan kembali ke Desa Nupabomba untuk memantau langsung hasil intervensi yang telah dilakukan, menunjukkan keseriusan dalam mencapai target penurunan stunting.
Pendekatan Personal dan Dukungan Komunitas dalam Penanganan Stunting
Sebagai langkah konkret, Gubernur mengusulkan pola pendampingan langsung dengan konsep "satu OPD satu anak". Estimasi bantuan yang diberikan sekitar Rp15.000 per hari, atau sekitar Rp400.000 hingga Rp450.000 per bulan per anak. Bantuan ini akan disalurkan langsung kepada ibu, dengan pendampingan dari PKK dan tenaga kesehatan setempat.
Gubernur menekankan pentingnya kehadiran OPD dengan membawa bantuan nyata saat berkunjung ke rumah binaan. "OPD jangan datang ke rumah binaan dengan tangan kosong. Bawa telur, buah, susu," pesannya. Hal ini menunjukkan bahwa perhatian tidak hanya terfokus pada anak, tetapi juga pada kesejahteraan ibu sebagai pengasuh utama.
Anwar Hafid juga berbagi kisah masa kecilnya untuk menguatkan para orang tua agar tidak takut atau minder jika anaknya mengalami stunting. Menurutnya, stunting bukanlah penyakit menular atau aib, melainkan kondisi yang memerlukan penanganan bersama melalui gotong royong dan intervensi yang tepat dari berbagai pihak.
Pilot Project dan Harapan Eliminasi Stunting
Program Makan Bergizi Gratis yang terfokus ini akan dijadikan proyek percontohan di dua desa, yaitu Desa Nupabomba dan Desa Ganti. Pemilihan kedua desa ini diharapkan dapat memberikan model implementasi yang efektif sebelum program direplikasi ke desa-desa lain di seluruh Sulawesi Tengah. Ini merupakan strategi bertahap untuk memastikan keberhasilan program.
Gubernur Anwar Hafid menyatakan harapannya yang besar terhadap keberhasilan program ini di Desa Nupabomba. "Yang hari ini tercatat 29 anak stunting di Nupabomba, saya berharap sudah tidak ada lagi," katanya menegaskan. Target ambisius ini menunjukkan tekad kuat pemerintah daerah untuk menciptakan generasi yang lebih sehat dan berkualitas.
Melalui pendekatan yang terstruktur, pendampingan personal, dan evaluasi berkala, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah optimis dapat menekan angka stunting secara signifikan. Keberhasilan proyek percontohan ini akan menjadi landasan penting untuk perluasan program ke seluruh wilayah, demi masa depan anak-anak Sulawesi Tengah yang lebih baik.
Sumber: AntaraNews