Kekurangan Zat Besi: Waspada Pemicu Stunting pada Anak dan Dampaknya
Dokter spesialis anak mengingatkan bahwa **kekurangan zat besi** dapat menjadi pemicu utama stunting pada anak, mengancam tumbuh kembang optimal dan kecerdasan mereka.
Dokter spesialis anak dan konselor laktasi, dr. Lucky Yogasatria Sp.A, mengungkapkan bahwa kekurangan zat besi berpotensi besar menyebabkan stunting pada anak. Pernyataan ini disampaikan oleh Lucky saat ditemui di Jakarta pada Selasa (14/4). Kondisi ini menjadi perhatian serius mengingat dampaknya terhadap tumbuh kembang generasi penerus bangsa.
Stunting sendiri merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis atau infeksi berulang yang terjadi dalam jangka panjang. Asupan makanan yang tidak memadai, baik dari segi kalori maupun energi, menjadi faktor utama yang menghambat pertumbuhan optimal anak.
Kondisi ini berisiko memperlambat pertumbuhan anak, ditandai dengan berat badan yang sulit naik dan tinggi badan yang jauh di bawah standar kurva pertumbuhan. Penting untuk segera mengatasi stunting dalam dua tahun pertama kehidupan, karena otak anak juga akan kekurangan nutrisi.
Bahaya Kekurangan Mikronutrisi bagi Tumbuh Kembang Anak
Ketika berbicara tentang kekurangan gizi dan nutrisi, penting untuk memantau apakah kondisi tersebut disebabkan oleh defisiensi mikronutrisi atau makronutrisi. Mikronutrisi seperti zat besi dan zinc memiliki peran krusial dalam mendukung fungsi tubuh dan pertumbuhan anak.
Dokter Lucky menjelaskan bahwa tanda-tanda kekurangan mikronutrisi cenderung tidak terlalu terlihat dibandingkan kekurangan makronutrisi. Anak yang kekurangan protein, misalnya, akan menunjukkan pertumbuhan yang tidak optimal dan tubuh yang kurus secara jelas.
Sebaliknya, anak-anak dengan defisiensi mikronutrisi kadang-kadang tidak menunjukkan gejala yang mencolok, sehingga seringkali luput dari perhatian. Hal ini menjadikan deteksi dini kekurangan zat besi dan mikronutrisi lainnya menjadi lebih menantang.
Oleh karena itu, pemantauan status gizi secara berkala sangat diperlukan untuk mengidentifikasi potensi kekurangan mikronutrisi sebelum berdampak lebih serius pada kesehatan anak.
Deteksi Dini dan Pencegahan Kekurangan Zat Besi
Untuk menegakkan diagnosis stunting yang diduga terkait kekurangan zat besi, dokter perlu melakukan pengecekan kadar zat besi dalam tubuh anak. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan defisiensi, terapi zat besi atau suplementasi tambahan akan diberikan untuk mengatasinya.
Selain zat besi, kadar mikronutrisi lain seperti zinc dan vitamin D juga kemungkinan perlu diperiksa untuk mendapatkan gambaran kesehatan yang lebih lengkap. Lucky menegaskan bahwa kekurangan zat besi dapat mengakibatkan pertumbuhan anak tidak optimal, termasuk risiko anemia, gangguan pertumbuhan otak, hingga penurunan IQ.
Untuk mencegah kondisi ini, Lucky menyarankan agar anak-anak diberikan makanan yang kaya zat besi. Sumber makanan hewani seperti hati ayam, daging ayam, dan daging sapi merupakan pilihan yang sangat baik untuk memenuhi kebutuhan zat besi harian.
Tidak hanya pada anak, penting juga bagi ibu hamil untuk mengonsumsi zat besi yang cukup guna mencegah bayi lahir dalam kondisi anemia. Asupan nutrisi yang optimal sejak masa kehamilan adalah langkah awal penting dalam memastikan tumbuh kembang anak yang sehat dan bebas stunting.
Sumber: AntaraNews