Kenali 10 Ciri-Ciri Stunting pada Anak & Cara Mencegahnya Sebelum Terlambat (merdeka.com)
ADVERTISEMENT
Para orang tua sangat penting untuk mengetahui ciri-ciri stunting pada anak dan cara mencegahnya sebelum terlambat.
Kenali 10 Ciri-Ciri Stunting pada Anak & Cara Mencegahnya Sebelum Terlambat
Sebagai orang tua, penting untuk memastikan perkembangan dan pertumbuhan anak sesuai dengan usianya.
Dengan memantau tumbuh kembang anak, orang tua pun mampu mencegah sejumlah gangguan yang dapat dialami oleh anak. Tidak terkecuali stunting pada anak.
Di Indonesia, pemerintah masih terus berperang melawan stunting. Pada 25 Januari 2023, Kementerian Kesehatan Indonesia mengumumkan bahwa penurunan prevalensi stunting di Indonesia berhasil turun menyentuh angka 21,6%. Di mana sebelumnya pada tahun 2021 berada pada angka 24,4%.
Pencapaian tersebut adalah hasil dari kerjasama yang baik antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat yang berjuang meminimalisir potenti stunting pada generasi penerus bangsa.
Stunting sendiri merupakan suatu kondisi saat pertumbuhan tinggi anak tidak sesuai dengan tinggi badan normal di usianya. Hal itu terjadi akibat dari kekurangan asupan nutrisi pada anak. Selain itu juga bisa terjadi akibat infeksi berulang dan simulasi psikososial.
Stunting juga bisa terjadi akibat kekurangan gizi ketika masih berada dalam kandungan. Hal ini lebih berisiko terjadi saat ibu hamil tinggal di area yang kekurangan air bersih, sanitasi yang buruk hingga kesulitan mengakses makanan sehat dan bersih.
Pada umumnya, anak-anak yang mengalami kondisi stunting mempunyai tinggi badan yang lebih pendek bila dibanding dengan anak seusianya.
Tentu saja stunting tidak boleh dibiarkan begitu saja. Sebab, stunting mampu menyebabkan dampak kesehatan yang lebih buruk di kemudian hari. Misalnya seperti mempengaruhi imunitas tubuh dan perkembangan otak anak.
Oleh karena itu, para orang tua sangat penting untuk mengetahui ciri-ciri stunting pada anak. Selain itu juga penting untuk mengetahui cara mencegah anak mengalami kondisi stunting.
Melansir dari berbagai sumber, Kamis (24/8), simak ulasan informasinya berikut ini.
Ciri-Ciri Stunting pada Anak
Melansir dari laman resmi Kementerian Kesehatan RI, berikut beberapa gejala atau ciri-ciri stunting pada anak yang harus diwaspadai oleh para orang tua:
1. Pertumbuhan tulang pada anak yang tertunda
2. Berat badan anak rendah jika dibanding dengan anak seusianya
3. Proporsi badan anak lebih pendek dibanding dengan anak seusianya
4. Proporsi tubuh yang cenderung normal namun terlihat lebih muda atau kecil untuk seusianya
Bukan hanya itu saja, adapun ciri-ciri stunting pada anak yang harus diwaspadai seperti melansir dari halodoc adalah sebagai berikut:
1. Tinggi dan berat badan anak lebih kecil jika dibanding dengan anak seusianya
2. Anak rentan mengalami gangguan pada tulangnya
3. Anak mengalami gangguan pada tumbuh kembangnya
4. Anak rentan mengalami gangguan kesehatan
5. Anak tampak lemas secara terus menerus
6. Anak terlihat kurang aktif
Dampak Stunting pada Anak
Melansir dari halodoc, para orang tua jangan menyepelekan stunting pada anak. Tahukah kalian, kondisi ini mampu memberikan dampak buruk pada kesehatan tubuh anak.
Mulai dari terjadi gangguan pertumbuhan, penurunan fungsi perkembangan saraf dan kognitif hingga risiko peningkatkan penyakit kronis ketika anak beranjak dewasa.
Selain itu, stunting juga dikaitkan dengan risiko terjadi peningkatkan infeksi, di antaranya pneumonia dan diare.
Hal tersebut bisa terjadi akibat dari stunti yang mampu membuat pemenuhan gizi anak memburuk. Sehingga sejumlah penyakit tersebut sangat berisiko dialami oleh anak.
Cara Mencegah Stunting pada Anak
a. Memenuhi Kebutuhan Nutrisi
Sebagai orang tua, sangat penting untuk memastikan kebutuhan asupan nutrisi anak terpenuhi. Tidak hanya saat anak sudah lahir, memenuhi kebutuhan nutrisi juga penting dilakukan sejak anak berada di dalam kandungan.
Para Ibu bisa melakukan pola makan sehat selama masa kehamilan. Selain itu juga sangat dianjurkan untuk menghindari kebiasaan merokok atau mengonsumsi alkohol. Tujuannya agar kesehatan bayi dalam kandungan tetap bisa terjaga dengan baik.
Ketika anak sudah lahir di dunia, para Ibu bisa memberikan ASI selama 6 bulan pertamanya. Selanjutnya, pastikan memberikan MPASI yang mengandung nutrisi baik bagi kesehatan anak.
b. Pastikan Kebersihan Terjaga
Sebisa mungkin pastikan para orang tua bisa menjaga kebersihan. Baik itu tempat tinggal anak maupun lingkungan bermainnya.
Tidak lupa untuk mengajarkan anak turut serta selalu menjaga kebersihan. Salah satunya adalah rajin mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun.
c. Perhatikan Pola Makan Anak
Tahukah para orang tua, stunti bisa dipengaruhi oleh masalah pola makan anak.
Oleh karena itu, pastikan para orang tua memberikan si kecil makan dengan cara yang tepat.
Dengan begitu, anak-anak pun mampu memiliki perilaku atau kebiasaan makan yang baik.
Sehingga nantinya kebutuhan asupan nutrisi harian anak dapat terpenuhi dengan baik.
Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) berhasil meraih insentif Rp3 miliar dari pemerintah pusat atas prestasi terbaik pertama dalam menekan angka kemiskinan dan stunting, menjadi motivasi untuk terus berinovasi.
Ketua Umum Persagi Dodi Izwardi tegaskan Program MBG jadi solusi krusial atasi kedaruratan tersembunyi dampak stunting, ancaman serius bagi masa depan bangsa.
Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) menyiapkan **sertifikasi tenaga pengawas gizi** khusus untuk dapur Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) demi menjamin kualitas dan keamanan pangan, serta mendukung target penurunan stunting.
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji menegaskan komitmen pemerintah dalam memastikan program Makan Bergizi Gratis 3B (MBG 3B) tepat sasaran, menjangkau ibu hamil, menyusui, dan balita demi masa depan generasi se
Pemerintah Kota Kediri menggalakkan edukasi pengolahan pangan melalui pelatihan fortifikasi, bertujuan meningkatkan gizi balita dan menekan angka stunting di wilayah Kediri.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengakselerasi implementasi beras fortifikasi sebagai strategi penting untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat dan memperluas pemanfaatannya secara berkelanjutan. Langkah ini diharapkan dapat mengatasi persoalan gizi di
Badan Gizi Nasional (BGN) membantah tegas klaim bahwa kematian balita di Cianjur disebabkan oleh Program Makan Bergizi Gratis, mengungkap fakta di balik insiden tragis ini dan menegaskan komitmennya terhadap kualitas gizi.
Dinas Kesehatan Kota Cimahi menegaskan imunisasi campak menjadi langkah paling efektif mencegah penyebaran penyakit ini, menyusul peningkatan kasus positif di Cimahi.
Dinas Kesehatan Kota Cimahi menegaskan imunisasi campak adalah langkah paling efektif untuk mencegah penyebaran penyakit di tengah peningkatan kasus yang tercatat sepanjang April 2026, terutama pada anak-anak.
Pemkot Banjarbaru perkuat komitmen inklusi anak Down Syndrome bertepatan Hari Down Syndrome Sedunia 2026. Pendekatan keluarga dan komunitas diintensifkan demi kesetaraan hak serta dukungan penuh.
Dinas Kesehatan Cianjur masih menanti hasil laboratorium untuk mengungkap penyebab pasti meninggalnya seorang balita di Leles, Cianjur, yang diduga akibat keracunan makanan bersama puluhan ibu dan balita lainnya.