Dinkes Tangerang Tegaskan RS Prioritaskan Penanganan Stunting Anak Segera
Dinas Kesehatan Kota Tangerang menekankan pentingnya penanganan segera bagi anak stunting yang dirujuk ke rumah sakit, guna optimalkan Penanganan Stunting Tangerang.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang, Banten, secara tegas meminta seluruh rumah sakit dan fasilitas kesehatan tingkat lanjut untuk memprioritaskan penanganan anak stunting. Penekanan ini bertujuan agar setiap rujukan dari posyandu dan puskesmas terkait kasus gizi buruk maupun stunting dapat segera ditangani sesuai standar pelayanan medis. Langkah proaktif ini merupakan bagian integral dari upaya berkelanjutan Pemerintah Kota Tangerang dalam mengatasi masalah stunting di wilayahnya.
Kepala Dinkes Kota Tangerang, Dini Anggraeni, menyatakan bahwa intervensi sedini mungkin sangat krusial saat menerima rujukan balita dengan masalah gizi. Menurutnya, respons cepat dari fasilitas kesehatan lanjutan akan sangat mendukung percepatan penurunan stunting. Komitmen bersama antara Pemerintah Kota Tangerang dan rumah sakit menjadi fondasi penting untuk pelayanan rujukan balita stunting yang optimal.
Optimalisasi penanganan stunting ini tidak hanya berfokus pada aspek medis, tetapi juga melibatkan intervensi ke lingkungan sekitar dan keluarga balita. Dengan demikian, ketika ditemukan kasus balita bermasalah gizi, penanganan utama dapat segera dilakukan. Dinkes Kota Tangerang terus melakukan evaluasi berkala untuk memastikan pelayanan penanganan stunting semakin efektif dan mencapai target penurunan yang telah ditetapkan.
Peran Krusial Rumah Sakit dalam Penanganan Stunting Tangerang
Rumah sakit dan fasilitas kesehatan tingkat lanjut memegang peranan vital dalam upaya penanganan kasus gizi buruk dan stunting di Kota Tangerang. Dinkes Kota Tangerang telah menginstruksikan agar seluruh fasilitas ini melakukan intervensi secepatnya saat menerima rujukan balita bermasalah gizi. Tindakan cepat ini diharapkan dapat mencegah kondisi stunting semakin parah dan memberikan dampak positif pada tumbuh kembang anak.
Komitmen antara Pemerintah Kota Tangerang dan rumah sakit menjadi kunci dalam memastikan setiap balita stunting mendapatkan pelayanan rujukan yang memadai. Kepala Dinkes Kota Tangerang, Dini Anggraeni, menegaskan pentingnya intervensi sedini mungkin untuk mengatasi stunting. Hal ini sejalan dengan visi Pemkot Tangerang untuk menciptakan generasi penerus yang sehat dan cerdas.
Evaluasi rutin terus dilakukan oleh Dinkes untuk memastikan bahwa standar pelayanan medis dalam penanganan stunting berjalan optimal. Fokus utama adalah pada penanganan utama yang harus segera dilakukan setelah temuan balita bermasalah gizi. Kemudian, intervensi akan dilanjutkan ke lingkungan sekitar hingga keluarga untuk memastikan dukungan yang komprehensif.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Penurunan Stunting Tangerang
Upaya Penanganan Stunting Tangerang memerlukan kolaborasi erat dari berbagai pihak. Sekretaris Daerah Kota Tangerang, Herman Suwarman, mengingatkan seluruh jajarannya untuk tidak lengah dan terus mendampingi keluarga berisiko stunting. Menurutnya, pendampingan ini penting agar keluarga dapat sepenuhnya terlepas dari dampak penyakit tersebut.
Kolaborasi antara kecamatan, kelurahan, Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), kader kesehatan, dan Tim Pendamping Keluarga sangat esensial agar intervensi lebih tepat sasaran. Peran kader posyandu dan pendamping keluarga juga ditekankan sebagai ujung tombak intervensi gizi dan edukasi di masyarakat. Sinergi ini menciptakan ekosistem dukungan yang kuat bagi keluarga yang membutuhkan.
Kota Tangerang telah menunjukkan capaian yang membanggakan dalam penurunan prevalensi stunting. Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024, prevalensi stunting di Kota Tangerang tercatat sebesar 11,2 persen. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata Provinsi Banten yang mencapai 21,1 persen maupun nasional yang berada di angka 19,8 persen. Pencapaian ini menunjukkan efektivitas program dan kolaborasi yang telah berjalan. Saat ini, jumlah orang tua asuh stunting di Kota Tangerang sudah mencapai 3.217 orang, mendekati target 4.778 pada tahun 2025.
Sumber: AntaraNews