Fakta Unik: Bangka Tengah Targetkan Penurunan Stunting Jadi 18 Persen di 2025, Bagaimana Strateginya?
Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah menargetkan penurunan angka stunting dari 21% menjadi 18% pada akhir 2025. Berbagai strategi digencarkan, termasuk monitoring dan program Genting untuk mengatasi masalah stunting.
Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah secara serius menargetkan penurunan angka stunting yang signifikan. Dari 21 persen saat ini, angka tersebut diharapkan bisa mencapai 18 persen pada akhir tahun 2025 mendatang. Upaya ini dilakukan melalui berbagai program monitoring dan evaluasi yang intensif di seluruh kecamatan.
Target ambisius ini dicanangkan untuk memastikan generasi muda Bangka Tengah tumbuh optimal dan bebas dari masalah gizi kronis. Langkah-langkah konkret telah disiapkan demi mencapai tujuan mulia tersebut. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam strategi penanganan stunting.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Bangka Tengah, Wiwik Susanti, menjelaskan fokus penanganan. Kecamatan Pangkalanbaru, Sungaiselan, dan Namang menjadi lokus utama intervensi. Ini menunjukkan komitmen daerah dalam mengatasi masalah kesehatan masyarakat.
Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Penurunan Stunting
Wiwik Susanti menegaskan bahwa penanganan stunting adalah tanggung jawab bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Mereka tergabung dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) untuk berkolaborasi secara efektif. Pendekatan terpadu ini diperlukan agar hasil penurunan stunting menjadi optimal dan berkelanjutan.
TPPS telah dibentuk hingga tingkat desa dan kelurahan, melibatkan berbagai elemen penting. Unsur-unsur seperti Tim Pendamping Keluarga (TPK), bidan desa, penyuluh KB, dan tenaga kesehatan lintas sektor turut serta. Keterlibatan mereka memastikan jangkauan program lebih luas dan efektif di lapangan.
Kerja sama antar instansi menjadi fondasi kuat dalam upaya pencegahan stunting. Setiap pihak memiliki peran strategis untuk mendukung program ini. Dengan sinergi yang baik, diharapkan target penurunan stunting dapat tercapai sesuai harapan.
Program Unggulan "Genting" Sasar Keluarga Berisiko
Salah satu program unggulan TPPS Bangka Tengah adalah Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting, disingkat "Genting". Program ini secara spesifik menargetkan Keluarga Berisiko Stunting (KRS) di wilayah tersebut. Genting dirancang untuk memberikan dukungan komprehensif kepada keluarga yang membutuhkan.
Melalui Genting, berbagai pihak berkomitmen menjadi orang tua asuh bagi KRS. Kepala OPD, camat, kepala desa, perwakilan rumah sakit, Kementerian Agama, hingga Baznas turut serta dalam inisiatif ini. Keterlibatan mereka menunjukkan dukungan luas dari berbagai elemen masyarakat dan pemerintahan dalam mengatasi stunting.
Bantuan yang diberikan melalui Genting sangat beragam dan terfokus pada kebutuhan esensial. Dukungan nutrisi diberikan selama tiga bulan kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan anak usia 0-23 bulan. Selain itu, ada kegiatan edukasi gizi dan pola asuh sehat untuk meningkatkan kesadaran keluarga.
Pendampingan rutin di posyandu juga menjadi bagian integral dari program Genting. Ini memastikan pemantauan tumbuh kembang anak dan kesehatan ibu secara berkala. Edukasi pencegahan stunting dimulai sejak masa calon pengantin hingga anak usia balita.
Intervensi Sanitasi dan Kelayakan Tempat Tinggal
Selain bantuan nutrisi, program Genting juga mencakup aspek penting lainnya, yaitu kondisi sanitasi. Pendataan menyeluruh dilakukan terhadap sanitasi dan kelayakan tempat tinggal keluarga penerima manfaat. Aspek lingkungan ini sangat krusial dalam pencegahan stunting.
Hasil pendataan tersebut kemudian digunakan untuk merekomendasikan tindak lanjut kepada dinas terkait. Misalnya, perbaikan jamban atau intervensi kesehatan lainnya dapat diusulkan berdasarkan temuan di lapangan. Ini menunjukkan pendekatan holistik dalam penanganan stunting di Bangka Tengah.
Peran orang tua asuh tidak hanya sebatas memberikan bantuan materi. Mereka juga aktif melakukan edukasi kepada keluarga binaan. Tujuannya adalah untuk memastikan pencegahan stunting dimulai sejak dini dan berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews