Pemenuhan gizi optimal pada anak memegang peranan krusial dalam mendukung tumbuh kembang mereka secara menyeluruh. Hal ini termasuk pengembangan fungsi kognitif yang sangat penting bagi anak usia sekolah.
Dr. dr. Luciana B. Sutanto, MS, Sp.GK, Subsp.PK, Presiden Perhimpunan Nutrisi Indonesia (INA), menegaskan pentingnya asupan gizi seimbang. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah konferensi pers yang diadakan di Jakarta pada hari Rabu.
Beliau menekankan bahwa asupan gizi yang tepat setiap hari menjadi fondasi utama. Ini untuk memastikan anak dapat tumbuh dan belajar secara maksimal, serta memiliki kemampuan belajar yang optimal.
Advertisement
Advertisement
Protein dan zat besi merupakan dua nutrisi esensial yang memiliki fungsi sangat penting bagi tubuh anak. Keduanya berperan aktif dalam pembentukan jaringan tubuh serta mendukung perkembangan otak.
Asupan protein dan zat besi yang cukup juga berkontribusi pada peningkatan konsentrasi dan daya ingat anak. Oleh karena itu, kecukupan kedua zat gizi ini tidak bisa diabaikan.
Agar fungsi tubuh dan kognitif anak berjalan optimal, asupan protein dan zat besi perlu didukung nutrisi lainnya. Ini meliputi karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral yang seimbang.
Advertisement
Advertisement
Kecukupan gizi menjadi faktor penentu dalam mencegah masalah kesehatan serius seperti anemia dan stunting pada anak. Anemia dapat menghambat perkembangan kognitif, sementara stunting mengganggu pertumbuhan fisik.
Untuk itu, anak perlu mendapatkan asupan makan bergizi seimbang dengan variasi berbeda sepanjang minggu. Menu makanan harus mencakup karbohidrat, serat, dan protein yang memadai.
Dr. Luciana juga mengingatkan pentingnya kombinasi nutrisi untuk penyerapan yang maksimal. Untuk memaksimalkan penyerapan zat besi, diperlukan asupan yang mengandung vitamin C.
Advertisement
Sebagai contoh variasi protein, telur bisa menjadi pilihan sarapan pagi. Ikan dapat dikonsumsi saat makan siang, dan protein nabati seperti tahu, tempe, serta kacang-kacangan cocok untuk makan malam.
Advertisement
Tubuh anak dapat berkembang secara optimal hanya bila zat gizi yang diperlukan tercukupi dengan baik. Sebaliknya, kekurangan nutrisi dapat membawa dampak negatif yang serius.
Dampak tersebut meliputi gangguan pertumbuhan, gangguan perkembangan, penurunan fungsi imun, serta gangguan kesehatan secara keseluruhan. Anak menjadi lebih rentan terhadap berbagai penyakit.
Kekurangan nutrisi juga bisa menyebabkan anak mudah sakit dan tubuh menjadi kurus. Jika kondisi ini dibiarkan terus-menerus, otak anak tidak akan berkembang secara optimal.
Advertisement
Studi dari Indonesia Health Development Center menunjukkan, asupan gizi yang buruk, anemia defisiensi besi, dan stunting berdampak pada working memory. Ini adalah kemampuan otak menyimpan dan mengolah informasi yang krusial untuk konsentrasi dan pemahaman.
Sumber: AntaraNews