Pemkab Sigi Minta Lintas Sektor Evaluasi Penurunan Stunting Sigi, Angka Naik 33 Persen

Pemerintah Kabupaten Sigi mendorong evaluasi lintas sektor untuk Penurunan Stunting Sigi setelah angka kasus meningkat signifikan menjadi 33 persen, memicu perhatian serius terhadap generasi muda.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkab Sigi Minta Lintas Sektor Evaluasi Penurunan Stunting Sigi, Angka Naik 33 Persen
Pemerintah Kabupaten Sigi mendorong evaluasi lintas sektor untuk Penurunan Stunting Sigi setelah angka kasus meningkat signifikan menjadi 33 persen, memicu perhatian serius terhadap generasi muda. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi meminta seluruh lintas sektor untuk melaporkan evaluasi kasus stunting dari tingkat desa hingga kecamatan. Permintaan ini disampaikan guna menilai efektivitas program percepatan penurunan stunting di wilayah tersebut. Wakil Bupati Sigi Samuel Yansen Pongi menekankan pentingnya laporan transparan dan faktual.

Laporan evaluasi ini krusial agar alokasi sumber daya dapat diprioritaskan pada daerah dengan angka stunting tertinggi. Stunting dianggap sebagai masalah multidimensi yang membutuhkan sinergi total dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi terkait. Hal ini untuk memastikan intervensi tepat sasaran.

Upaya ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab Sigi untuk menekan angka stunting dan mewujudkan visi daerah "Sigi Emas". Visi tersebut bertujuan menghasilkan generasi penerus yang sehat, cerdas, serta bebas dari masalah gizi kronis. Kolaborasi lintas sektor diharapkan mampu mengatasi tantangan ini.

Wakil Bupati Sigi, Samuel Yansen Pongi, menegaskan bahwa laporan evaluasi stunting harus bersifat transparan dan faktual. Laporan ini menjadi dasar penting untuk memprioritaskan alokasi sumber daya ke wilayah yang paling membutuhkan. Efektivitas implementasi program percepatan penurunan stunting di tingkat kecamatan dan desa akan dinilai dari data tersebut.

Samuel Yansen Pongi juga menyebutkan bahwa stunting merupakan masalah multidimensi yang memerlukan sinergi total dari berbagai pihak. Organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi terkait harus bekerja sama dalam penanganan ini. "Tidak boleh ada lagi ego sektoral, kita harus bekerja sebagai satu tim untuk menyelamatkan generasi masa depan anak-anak Sigi," tegasnya.

Saat ini, tim Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Gemas) bertugas mengidentifikasi kendala dalam penanganan stunting di Kabupaten Sigi. Tim Gemas diharapkan memastikan seluruh intervensi, baik sensitif maupun spesifik, tepat sasaran. Intervensi ini harus selalu berbasis pada data yang akurat dan terkini.

Kabupaten Sigi menghadapi tantangan serius dengan kenaikan kasus stunting pada tahun 2024. Data menunjukkan bahwa angka stunting di Sigi mencapai 33 persen, naik signifikan dari tahun sebelumnya. Kenaikan ini membalikkan tren penurunan yang terjadi selama tiga tahun terakhir, dari 2021 hingga 2023.

Peningkatan ini sebesar 6,6 persen, dari 26,4 persen menjadi 33 persen. Situasi ini menuntut evaluasi mendalam terhadap program-program yang telah berjalan. Pemerintah daerah terus berupaya keras agar dapat menekan angka stunting di Kabupaten Sigi.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulawesi Tengah, Sigi bukan satu-satunya daerah yang mengalami kenaikan. Terdapat lima daerah di Sulteng yang mencatat peningkatan kasus stunting pada 2024. Daerah-daerah tersebut antara lain Buol (36,9 persen), Sigi (33,0 persen), Banggai Kepulauan (28,4 persen), Banggai Laut (26,6 persen), dan Kota Palu (25,6 persen).

Pemkab Sigi berkomitmen penuh untuk mewujudkan visi daerah "Sigi Emas". Visi ini berfokus pada pembentukan generasi penerus yang sehat, cerdas, dan bebas dari stunting. Berbagai upaya terus dilakukan untuk mencapai target ambisius ini.

Salah satu strategi utama adalah memastikan intervensi yang dilakukan tepat sasaran dan berbasis data akurat. Tim Gemas diharapkan memainkan peran krusial dalam identifikasi kendala dan implementasi program. Koordinasi antar sektor menjadi kunci keberhasilan.

Dengan adanya laporan evaluasi yang transparan dan sinergi lintas sektor, diharapkan program penurunan stunting dapat berjalan lebih efektif. Prioritas alokasi sumber daya akan diarahkan pada wilayah yang paling membutuhkan. Ini adalah langkah konkret untuk masa depan anak-anak Sigi.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi