Ciliwung River Adventure: Edukasi Warga Jaga Lingkungan, Kunci Atasi Banjir Jakarta

Ciliwung River Adventure menjadi upaya edukasi Pemprov DKI Jakarta mengajak warga menjaga lingkungan sungai. Kegiatan ini diharapkan meningkatkan kesadaran kolektif atasi banjir.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Ciliwung River Adventure: Edukasi Warga Jaga Lingkungan, Kunci Atasi Banjir Jakarta
Ciliwung River Adventure menjadi upaya edukasi Pemprov DKI Jakarta mengajak warga menjaga lingkungan sungai. Kegiatan ini diharapkan meningkatkan kesadaran kolektif atasi banjir. (AntaraNews)

Jakarta, kota megapolitan yang terus berkembang, masih menghadapi tantangan serius berupa banjir yang melanda berbagai kawasan setiap tahunnya. Genangan air ini seringkali menghantui wilayah pesisir dan permukiman di sepanjang bantaran sungai besar seperti Kali Ciliwung dan Kali Pesanggrahan. Persoalan ini tak lepas dari perilaku sebagian masyarakat yang masih membuang sampah ke aliran sungai.

Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga menginisiasi program edukasi. Salah satunya adalah Ciliwung River Adventure, sebuah wisata edukasi sungai yang bertujuan meningkatkan kesadaran warga. Kegiatan ini mengajak masyarakat untuk mengenal dan menjaga kelestarian Sungai Ciliwung.

Ciliwung River Adventure diselenggarakan di Sungai Ciliwung Segmen BNI City, Jakarta Pusat, sebagai bagian dari upaya komprehensif Pemprov DKI Jakarta. Program ini melibatkan berbagai dinas dan komunitas untuk memberikan pemahaman mendalam tentang sejarah sungai dan dampak negatif pembuangan sampah. Tujuannya adalah mengubah kebiasaan buruk masyarakat demi masa depan Jakarta yang bebas banjir.

Pemprov DKI Jakarta terus berupaya keras mengurangi risiko banjir yang kerap melanda ibu kota. Di bawah kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo dan Wakil Gubernur Rano Karno, pemerintah menargetkan 20 proyek pengendalian banjir rampung pada tahun 2027. Proyek-proyek ini mencakup pembangunan dan peningkatan sistem pompa air di 12 titik strategis.

Beberapa proyek pompa air vital termasuk Pompa Bulak Cabe berkapasitas 24 meter kubik per detik dan Pompa Pegangsaan Dua dengan kapasitas 9 meter kubik per detik. Selain itu, ada juga Pompa Cilincing KBN berkapasitas 16 meter kubik per detik, serta sejumlah pompa lain di Warung Jengkol, Kampung Sawah Rawa Terate, dan Cempaka Putih.

Melalui Dinas Sumber Daya Air, Pemprov DKI juga aktif membangun dan memperbaiki sarana kali serta sungai di sembilan lokasi berbeda. Upaya ini meliputi normalisasi Saluran Penghubung (PHB) Layar, Kali Cakung Lama, Kali Jatikramat, Kali Angke, Kali Pesanggrahan, dan Kali Grogol. Pembangunan tiga tampungan air baru seperti Embung Pondok Labu dan Waduk Sunter Hulu juga dilakukan untuk menekan limpasan air hujan.

Meskipun berbagai pembangunan fisik telah dilakukan, Pemprov DKI Jakarta menyadari bahwa masalah banjir tidak akan tuntas tanpa partisipasi aktif masyarakat. Ancaman banjir akan terus membayangi Jakarta selama masih ada warga yang bermukim di bantaran sungai dan membuang sampah sembarangan. Oleh karena itu, edukasi dan keterlibatan komunitas menjadi kunci penting dalam strategi penanggulangan banjir.

Ciliwung River Adventure hadir sebagai inisiatif edukatif untuk mengajak masyarakat mengenal lebih dekat Sungai Ciliwung. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian sungai yang merupakan salah satu sungai tertua di Jakarta.

Peserta kegiatan akan mendapatkan pemaparan mengenai sejarah dan perkembangan Sungai Ciliwung dari masa ke masa. Sebelum menyusuri sungai, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta memberikan pembekalan prosedur keselamatan. Setelah itu, peserta mengenakan pelampung dan helm untuk menaiki perahu karet.

Selama susur sungai, relawan Khatulistiwa Rescue Tim memberikan edukasi mengenai persoalan sampah dan ekosistem sungai. Peserta juga diajak terlibat langsung memungut sampah yang mengapung menggunakan jaring dan memasukkannya ke dalam karung. Setelah susur sungai, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta memberikan edukasi tentang pemilahan sampah.

Kegiatan Ciliwung River Adventure tidak dipungut biaya dan terbuka untuk umum, dengan pendaftaran melalui akun Instagram @sobatair.jkt. Acara ini diselenggarakan sebulan sekali, dan pada bulan ini bertepatan dengan puncak HUT DKI Jakarta ke-499.

Ciliwung River Adventure telah menarik perhatian banyak pihak, termasuk Ruby (28), salah seorang peserta yang mengaku sangat terkesan dengan manfaat kegiatan ini. Ia menyatakan bahwa masyarakat harus "war tiket" untuk bisa mengikuti wisata edukasi yang menarik dan bermanfaat tersebut.

Menurut Ruby, kegiatan ini memberikan edukasi komprehensif mengenai sejarah sungai, alur sungai, hingga pentingnya memilah sampah. Pengalaman langsung menyusuri dan membersihkan sungai memberikan pemahaman yang lebih mendalam dibandingkan teori semata.

Melalui inisiatif seperti Ciliwung River Adventure, menjelang usia lima abad Jakarta pada tahun 2027, diharapkan sungai-sungai di ibu kota tidak lagi dipandang sebagai tempat pembuangan sampah. Sebaliknya, sungai harus menjadi ruang hidup yang dijaga dan dilestarikan bersama oleh seluruh elemen masyarakat.

Masa depan Ciliwung dan ketahanan Jakarta dalam menghadapi banjir tidak hanya bergantung pada pembangunan beton, pompa, atau tanggul. Namun, juga ditentukan oleh kebiasaan sederhana setiap warga dalam merawat dan melestarikan sungai, menjadikannya tanggung jawab kolektif.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi