Sopir Fortuner Diamuk Massa di Ciledug, Diduga Hendak Kabur saat Ingin Ditangkap Polisi
Dalam upaya melarikan diri, kendaraan tersebut diduga menabrak sejumlah pengendara sepeda motor hingga memicu kemarahan warga di lokasi kejadian.
Seorang pengendara mobil Fortuner menjadi sasaran amukan massa di kawasan Ciledug, Kota Tangerang, setelah diduga terlibat insiden kejar-kejaran dengan aparat kepolisian terkait kasus narkoba.
Dalam upaya melarikan diri, kendaraan tersebut diduga menabrak sejumlah pengendara sepeda motor hingga memicu kemarahan warga di lokasi kejadian.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan peristiwa tersebut bukanlah kecelakaan murni, melainkan upaya melarikan diri saat dilakukan pengejaran oleh petugas.
"Dalam proses pengejaran, kendaraan terduga pelaku diduga sempat menabrak beberapa pengendara motor hingga akhirnya berhenti setelah menabrak trotoar di kawasan Puribeta 2, Ciledug," kata Budi dalam keterangannya, Sabtu (13/6/2026).
Reaksi Massa
Budi menerangkan terdapat reaksi massa di lokasi kejadian. Bahkan, membuat yang bersangkutan harus dibawa ke Rumah Sakit Sari Asih untuk mendapatkan perawatan medis.
Dia menjelaksan, kejar-kejaran ini merupakan rangkaian penindakan perkara dugaan penyalahgunaan narkoba oleh Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Selatan.
"Saat ini perkara masih dalam penanganan Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Selatan dan informasi lebih lanjut masih didalami," ungkapnya.
Kronologi Kejadian
Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Prasetyo Nugroho, mengungkap kronologi awal pengedara fortuner jadi amukan massa.
Menurutnya, peristiwa ini berawal dari petugas yang akan menangkap pengendara tersebut, namun berusaha melarikan diri.
"Terus dia masih ada di mobil nah mau kita tangkap, dia berusaha melarikan diri. Kita kejar sama anggota kita," kata dia dalam keterangannya, Sabtu (13/6/2026).
Saat proses pengejaran oleh petugas, sejumlah masyarakat turut melihat. Di antara mereka, banuak yang meneriaki pengendara tersebut sebagai maling.
"Terus mungkin ada masyarakat yang lihat, masyarakat yang lihat langsung teriak maling-maling gitu," katanya.
Prasetyo mengatakan, diduga terlibat dalam penyalahgunaan obat-obat terlarang, yaitu tembakau sinte. Meski begitu, polisi masih menyelidiki lebih lanjut peran dari pria tersebut.
"Ini masih dalam kita dalamin ini dia. Entah-entah itu dia sebagai pengguna atau yang lainnya masih kita dalamin. Karena pun masih kita dalam pemeriksaan," katanya.