PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun melaporkan peningkatan jumlah penumpang Kereta Api Bandara Internasional Adi Soemarmo (KA BIAS) yang signifikan. Pada triwulan I 2026, KA BIAS berhasil melayani sebanyak 180.810 penumpang. Angka ini menegaskan posisi strategis KA BIAS sebagai jembatan penting dalam konektivitas transportasi di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menyatakan bahwa jumlah pelanggan yang terlayani ini mempertegas fungsi vital KA BIAS. Layanan ini berperan sebagai penghubung utama antar-moda, khususnya bagi masyarakat yang ingin menuju atau dari Bandara Internasional Adi Soemarmo. Peningkatan ini juga menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi kereta api.
Efektivitas konektivitas KA BIAS terlihat jelas dari pertumbuhan volume pelanggan selama periode Januari hingga Maret 2026. Total 180.810 pelanggan terlayani, dengan rincian 92.390 pelanggan keberangkatan dan 88.420 pelanggan kedatangan. Data ini mengindikasikan bahwa KA BIAS semakin menjadi pilihan utama masyarakat untuk mobilitas.
Advertisement
Advertisement
Volume penumpang KA BIAS pada triwulan I 2026 menunjukkan peningkatan yang substansial. Tercatat sebanyak 180.810 pelanggan telah menggunakan layanan ini, baik untuk keberangkatan maupun kedatangan. Angka ini terbagi menjadi 92.390 pelanggan yang berangkat dan 88.420 pelanggan yang tiba melalui KA BIAS.
Pencapaian ini merefleksikan pertumbuhan sebesar 31 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025. Pada triwulan I 2025, KA BIAS melayani total 138.372 pelanggan. Tohari menekankan, "Peningkatan ini membuktikan bahwa masyarakat semakin mengandalkan kereta api sebagai akses utama menuju gerbang transportasi udara sekaligus mobilisasi."
Data ini menunjukkan tren positif dalam penggunaan transportasi publik terintegrasi. Masyarakat kini lebih memilih kereta api sebagai solusi perjalanan yang efisien dan nyaman. Peningkatan ini juga sejalan dengan upaya KAI dalam menyediakan layanan transportasi yang handal dan terjangkau bagi publik.
Advertisement
Advertisement
KA BIAS merupakan bagian integral dari komitmen KAI dalam mewujudkan integrasi antarmoda yang menyeluruh. Inisiatif ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan penumpang, tetapi juga berkontribusi pada pengurangan kepadatan lalu lintas di jalur darat. Hal ini selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Tohari menjelaskan, "Dengan KA BIAS relasi Madiun–Bandara Adi Soemarmo PP, penumpang pesawat dapat melanjutkan perjalanan dengan kereta api secara tepat waktu, nyaman, dan terjangkau. Begitu pula sebaliknya bagi warga Madiun dan sekitarnya yang ingin menuju bandara." Kemudahan akses ini menjadi daya tarik utama bagi pengguna jasa transportasi.
Sinergi antarmoda ini semakin diperkuat melalui langkah strategis KAI yang memperpanjang rute KA BIAS hingga ke Stasiun Caruban sejak Agustus 2025. Kebijakan ini secara signifikan meningkatkan aksesibilitas bagi masyarakat di wilayah Kabupaten Madiun. Mereka kini dapat terhubung langsung dengan jaringan transportasi regional dan internasional, memperluas jangkauan layanan KA BIAS.
Advertisement
KAI terus berkomitmen untuk berinovasi guna memastikan layanan integrasi antarmoda ini semakin solid. Tujuannya adalah untuk mendukung mobilitas masyarakat yang lebih efisien, aman, dan ramah lingkungan di masa mendatang. Ini menunjukkan visi jangka panjang KAI dalam memajukan sistem transportasi Indonesia.
Sumber: AntaraNews