Jokowi Akui Segera Bertemu Budi Arie Usai Direshuffle
Budi Arie dikenal sebagai Ketua Umum Relawan Pro Jokowi (Projo), dikenal sangat dekat dengan Jokowi.
Presiden ke-7 RI RI Joko Widodo (Jokowi) menanggapi santai pencopotan Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi. Menurutnya reshuffle kabinet sepenuhnya menjadi hak prerogatif presiden.
"Saya tidak bisa berkomentar banyak. Itu kewenangan, itu hak prerogatif presiden," ujar Jokowi saat ditemui di Solo, Jumat (12/9).
Budi Arie dikenal sebagai Ketua Umum Relawan Pro Jokowi (Projo), dikenal sangat dekat dengan Jokowi. Pada Pilpres lalu dia juga total mendukung pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Disinggung apakah ada rencana akan bertemu dengan Budi Arie, Jokowi belum bisa memastikan. Mantan Gubernur DKI Jakarta dan Wali Kota Solo itu juga mengaku belum berkomunikasi. Namun kemungkinan besar pertemuan tersebut akan dijadwalkan.
"Belum, belum. Belum ketemu, belum ketemu. Tapi mungkin segera ketemu," katanya.
Jokowi Akui Masih Ada di Solo
Ayah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka itu mengatakan jika Presiden Prabowo sama sekali tidak meminta pertimbangan kepadanya sebelum mencopot Budi Arie.
"Enggak ada, dan saya enggak ingin juga (memberi saran). Sejauh ini saya di Solo terus," ungkapnya.
Presiden Prabowo melakukan perombakan Kabinet Merah Putih dengan mencopot sejumlah menteri. Budi Arie digantikan wakilnya, Ferry Juliantono yang juga politisi Gerindra. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati digantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Abdul Kadir Karding digantikan Mukhtarudin.
Selain mengganti tiga menteri, Presiden Prabowo juga mencopot Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menkopolkam) Budi Gunawan serta Menteri Pemuda dan Olahraga, Dito Ariotedjo. Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin ditunjuk sebagai Menko Polkam Ad Interim. Sementara posisi Dito sampai saat ini masih dibiarkan kosong.