Kabar Jokowi Titip Nama Menteri di Kabinet Prabowo, Budi Arie: Enggaklah, Gosip

Presiden Jokowi dikabarkan menitipkan nama menteri di kabinet Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Alma Fikhasari
Oleh Alma Fikhasari - Reporter
Kabar Jokowi Titip Nama Menteri di Kabinet Prabowo, Budi Arie: Enggaklah, Gosip
Kabar Jokowi Titip Nama Menteri di Kabinet Prabowo, Budi Arie: Enggaklah, Gosip (Merdeka.com)

Budi Arie mengatakan, tak masalah jika ada yang mengusulkan nama menteri untuk kabinet Prabowo-Gibran.  

Menkominfo sekaligus Ketua Umum DPP Projo Budi Arie merespons kabar Presiden Joko Widodo (Jokowi) menitipkan nama-nama di kabinet Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.


Budi Arie mengatakan, tak masalah jika ada yang mengusulkan nama menteri untuk kabinet Prabowo-Gibran.

"Usulan mah boleh aja. Kalian ngusulin siapa juga boleh, enggak dilarang. Namanya demokrasi," kata Budi, saat diwawancarai di Kompleks Istana Kepesidenan, Jakarta, Senin (25/3).

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Kendati demikian, dia menegaskan, bahwa kabar Jokowi menitipkan nama di kabinet Prabowo-Gibran tak benar. Terlebih, pemerintahan Prabowo-Gibran masih sangat lama.

"Enggak lah, gosip, gosip," tegas dia.

"Masih lama. Waktunya masih cukuplah 7 bulan lagi. Iya 7 bulan," imbuhnya.

Istana Bantah Jokowi Terlibat Susun Kabinet Prabowo-Gibran
Dok. Istimewa

Koordinator Staf Khusus Presiden, Ari Dwipayana menjawab isu yang menyebutkan Jokowi ikut terlibat dalam penyusunan kabinet Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Ari menegaskan bahwa pengangkatan menteri kabinet merupakan kewenangan penuh Prabowo setelah dilantik sebagai Presiden RI pada 20 Oktober 2024.


Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Pengangkatan menteri dalam kabinet mendatang sepenuhnya menjadi hak prerogatif Presiden terpilih setelah dilantik 20 Oktober 2024," kata Ari kepada wartawan, Senin (25/3).

Menurut dia, Jokowi saat ini fokus menyelesaikan agenda pemerintahan dan pembangunan. 
Dok. Istimewa

Terlebih, sisa masa jabatan Jokowi sebagai presiden akan berakhir pada 20 Oktober mendatang.   

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Presiden Jokowi fokus bekerja untuk menuntaskan agenda pemerintahan dan pembangunan sampai akhir masa jabatan 20 Oktober 2024," jelasnya.

Rekomendasi