Dokter Ungkap Penyebab Serangan Jantung Kini Banyak Menyerang Usia Muda
Dokter jantung mengingatkan kebiasaan merokok dan vape sejak usia muda dapat mempercepat kerusakan pembuluh darah dan memicu serangan jantung dini.
Kasus serangan jantung yang dahulu identik dengan kelompok usia 50 hingga 60 tahun kini semakin sering ditemukan pada usia yang jauh lebih muda.
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan kardiologi intervensi, Bobby Arfhan Anwar, menilai kebiasaan merokok sejak usia sekolah menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap fenomena tersebut.
Menurut Bobby, banyak pasien yang kini mengalami serangan jantung pada rentang usia akhir 30-an hingga awal 40-an. Sebagian besar di antaranya memiliki riwayat merokok dalam jangka panjang.
"Kenapa sekarang lebih muda? Karena yang milenial mengalami serangan jantung itu sudah 'mencicil' faktor risikonya sejak lama, salah satunya karena merokok," kata Bobby dalam acara bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Tangerang Selatan, Banten dikutip dari Liputan6.com.
Kerusakan Pembuluh Darah Terjadi Bertahap
Bobby menjelaskan setiap orang lahir dengan kondisi pembuluh darah yang sehat dan elastis. Namun berbagai kebiasaan tidak sehat dapat merusak lapisan pembuluh darah secara perlahan tanpa disadari.
"Ketika kita lahir, pembuluh darah kita sehat dan mulus. Tetapi lapisan pembuluh darah ini bisa rusak karena kebiasaan buruk yang dilakukan terus-menerus," ujarnya.
Kerusakan tersebut berlangsung bertahun-tahun dan sering kali tidak menimbulkan gejala. Seiring waktu, peradangan dan penumpukan plak dapat mempersempit pembuluh darah hingga meningkatkan risiko penyumbatan yang berujung pada serangan jantung.
Rokok dan Vape Tingkatkan Risiko Sejak Dini
Selain rokok konvensional, Bobby juga menyoroti penggunaan rokok elektronik atau vape yang dinilai tetap berisiko terhadap kesehatan jantung. Menurutnya, tubuh manusia tidak membutuhkan nikotin, sementara zat tersebut justru memicu ketergantungan.
"Tidak ada satu orang pun yang membutuhkan nikotin. Orang sulit berhenti merokok karena sudah mengalami adiksi," katanya.
Ia menjelaskan kebiasaan merokok maupun menggunakan vape dapat memicu peradangan kronis pada pembuluh darah. Akibatnya, kerusakan yang biasanya muncul pada usia lanjut bisa terjadi lebih cepat.
"Kalau mulai merokok sejak usia muda, artinya sedang menciptakan peradangan pada pembuluh darah. Karena itu saya menemukan ada pasien yang masih berusia 30-an akhir sudah mengalami serangan jantung," ujar Bobby.
Menurut dia, usia 30 hingga 40 tahun merupakan masa produktif ketika seseorang sedang membangun karier dan memenuhi kebutuhan keluarga. Karena itu, menjaga kesehatan jantung sejak usia muda menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko penyakit kardiovaskular di kemudian hari.