Libatkan Senior TNI, Kemhan Beberkan Strategi Pembangunan 150 Batalyon per Tahun
Kepala Biro Humas Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan, agenda ini menjadi ruang penyampaian arah kebijakan pertahanan nasional.
Kementerian Pertahanan (Kemhan) bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) menggelar pertemuan strategis dengan para purnawirawan TNI di Kantor Kemhan, Jakarta, Jumat (24/4). Forum silaturahmi ini bertujuan memperkuat komunikasi antara prajurit aktif dengan para senior yang telah berjasa bagi pertahanan negara.
Kepala Biro Humas Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan, agenda ini menjadi ruang penyampaian arah kebijakan pertahanan nasional.
"Forum ini menjadi ruang untuk menyampaikan perkembangan terkini terkait arah kebijakan pertahanan nasional, termasuk strategi pengembangan kekuatan TNI ke depan," kata Rico kepada wartawan usai pertemuan.
Pembaruan Informasi
Dalam pertemuan tersebut, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin memberikan pembaruan informasi mengenai kerja sama Internasional yang belakangan ini menjadi sorotan publik. Salah satunya adalah hasil komunikasi intensif dengan pihak Amerika Serikat yang dilakukan beberapa waktu lalu.
"Hal tersebut di-update oleh Bapak Menhan Sjafrie terkait dengan kegiatan yang beliau lakukan, khususnya yang terakhir adalah bersama dengan Secretary of War, Pete Hegseth beberapa waktu yang lalu," ungkapnya.
Selain isu diplomasi, Kemhan memaparkan rencana ambisius mengenai penguatan postur TNI di daerah-daerah. Salah satu poin krusial yang dibahas adalah percepatan pembangunan kekuatan melalui pembentukan satuan teritorial baru secara bertahap.
Batalyon Teritorial
Terkait rencana pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan dan ketahanan pangan, Rico membenarkan hal itu menjadi pokok bahasan.
"Itu termasuk bagian yang dijelaskan oleh Bapak Menhan dan Bapak Panglima TNI tentang pembangunan kekuatan TNI ke depannya, dan rencana setiap tahun akan dibangun 150 Batalyon Teritorial Pembangunan," ujarnya.
Kebijakan pertahanan Indonesia ditegaskan tetap berpijak pada nilai-nilai dasar negara. Kemhan memastikan, setiap langkah modernisasi militer tetap mengedepankan stabilitas kawasan dan kedaulatan tanpa bermaksud melakukan agresi.
"Kebijakan pertahanan Indonesia tetap berlandaskan pada prinsip konstitusi dan kepentingan nasional dengan strategi defensif aktif yang berorientasi pada menjaga kedaulatan negara tanpa mengganggu stabilitas yang ada di kawasan," jelasnya.
Terkait wacana kebijakan Letter of Intent (LoI) yang tengah menjadi pertimbangan pemerintah, purnawirawan turut memberikan pandangan mereka. Masukan dari para senior ini dianggap memiliki bobot analisis yang mendalam untuk kelanjutan kebijakan tersebut.
"Purnawirawan tentunya punya pertimbangan, punya analisa yang sangat baik, sehingga nanti mungkin akan juga dibahas dengan kementerian dan instansi terkait, dengan DPR, terkait dengan Letter of Intent tersebut," ucapnya.
Tidak ada Penolakan
Rico mengeklaim, secara umum para purnawirawan memberikan respons yang sangat baik terhadap paparan Menhan dan Panglima TNI. Tidak ada penolakan berarti terhadap visi besar pembangunan kekuatan militer Indonesia di masa depan.
"Sebagian besar merasa mendapatkan informasi secara positif, ya. Sebagian besar mendapatkan responsif yang positif setelah mendapatkan penjelasan dari Pak Menhan maupun Bapak Panglima TNI kaitannya dengan pengembangan kekuatan ke depan," paparnya.
Rico menegaskan, seluruh pandangan konstruktif dari para purnawirawan akan dihimpun secara serius. Harapannya, kebijakan pertahanan Indonesia ke depan tetap memiliki akar historis yang kuat namun tetap modern.
"Tentunya ini adalah menjadi bagian daripada masukan-masukan dan informasi yang diterima dari para purnawirawan, para senior, dengan harapan ke depannya itu akan menjadi bagian dari evaluasi maupun perbaikan," katanya.