Bertemu 1 Jam, Ini Isi Pembicaraan Jokowi dan Dubes Iran Boroujerdi
Jokowi mengatakan hubungan diplomatik antar negara harus dijaga. Dunia butuh perdamaian.
Duta Besar (Dubes) Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi menemui Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di kediaman Jalan Kutai Utara, Solo, Rabu (1/4). Selama sekitar 1 jam keduanya melakukan pembicaraan di ruang tamu.
Usai pertemuan, Jokowi memberikan keterangan pers. Ayah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan pentingnya menjaga hubungan diplomatik antara Indonesia dan Iran di tengah memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah.
"Intinya kita ingin terus menjaga hubungan diplomatik antara Indonesia dan Iran. Saya kira itu baik untuk urusan ekonomi maupun geopolitik," ungkap Jokowi.
Dikatakan Jokowi, kampanye penghentian perang yang dilakukan Dubes Iran perlu terus didorong. Stabilitas global, lanjut Jokowi, menjadi kunci agar pertumbuhan ekonomi dunia tidak terganggu.
"Saya kira kampanye untuk menghentikan perang itu baik. Dunia membutuhkan perdamaian, relasi yang baik antarnegara, sehingga kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi bisa berjalan normal," katanya.
Jokowi mengatakan konflik bersenjata kerap memicu dampak luas, termasuk krisis energi dan terganggunya pasokan kebutuhan global.
"Kalau tidak ada perang, kesulitan energi dan gangguan lain tidak akan terjadi," ujar dia.
Disinggung peluang kerja sama, termasuk isu perdagangan seperti komoditas gandum, Jokowi enggan memerinci dan menyebut hal tersebut merupakan ranah pemerintah.
Kepada Jokowi, Boroujerdi juga menyampaikan kondisi terkini negaranya yang tengah menghadapi serangan dari Israel dan Amerika Serikat.
"Saya menyampaikan laporan berkaitan dengan kondisi terakhir ketika negara kami diserang, dan beliau menyampaikan dukungan serta solidaritasnya kepada bangsa Iran," bebernya.
Boroujerdi Ucapkan Belasungkawa
Boroujerdi juga menyampaikan belasungkawa atas gugurnya 3 prajurit TNI yang tergabung dalam pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon.
"Tiga prajurit Indonesia, putra-putra terbaik bangsa harus kehilangan nyawa, dan beberapa lainnya mengalami luka-luka akibat serangan tersebut," ucap dia.
Suarakan Penolakan
Boroujerdi juga mengajak masyarakat Indonesia untuk turut menyuarakan penolakan terhadap perang melalui kampanye kemanusiaan.
"Kami mengundang masyarakat Indonesia untuk bergabung dalam kampanye menolak perang. Dunia membutuhkan perdamaian, bukan konflik," pungkasnya.