Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Indonesia. Apresiasi ini terkait dengan niat tulus Indonesia dalam memfasilitasi upaya perdamaian di kawasan Timur Tengah. Langkah ini diambil di tengah meningkatnya ketegangan yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat, yang berpotensi mengganggu stabilitas global.
Boroujerdi mengungkapkan pujian tersebut saat menghadiri pertemuan dengan tokoh-tokoh Islam Indonesia di Jakarta pada Jumat (3/4). Ia mengakui respons cepat pemerintah Indonesia dalam menyatakan kesediaan dan kesiapannya. Indonesia siap berperan sebagai fasilitator perdamaian yang krusial di wilayah tersebut.
Komitmen Indonesia untuk meredakan ketegangan ini dinilai sebagai langkah penting menuju stabilitas. Hal ini diharapkan dapat menciptakan perdamaian yang langgeng di Timur Tengah. Peran aktif Indonesia menunjukkan dedikasi terhadap penyelesaian konflik global.
Advertisement
Advertisement
Mohammad Boroujerdi secara khusus mengapresiasi kontribusi tokoh cendekiawan Muslim Indonesia, Din Syamsuddin, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut. Din Syamsuddin, sebagai kepala Pusat Dialog dan Kerja Sama Antar Peradaban, telah memberikan sumbangsih signifikan. Kontribusinya meliputi promosi perdamaian berkelanjutan di tingkat regional dan global. Kehadiran tokoh seperti Din Syamsuddin memperkuat legitimasi upaya diplomasi Indonesia di mata dunia Islam.
Duta Besar Iran menekankan bahwa Inisiatif Perdamaian Indonesia merupakan bukti nyata komitmen Jakarta. Komitmen ini tidak hanya terbatas pada kepentingan nasional, tetapi juga mencakup stabilitas internasional. Upaya diplomasi semacam ini sangat vital dalam situasi geopolitik yang kompleks saat ini, terutama mengingat posisi Indonesia sebagai negara mayoritas Muslim terbesar di dunia.
Peran Indonesia sebagai mediator diyakini mampu membawa perspektif yang netral dan konstruktif. Hal ini penting untuk membuka jalur dialog antara pihak-pihak yang berkonflik. Apresiasi dari Iran menegaskan posisi Indonesia sebagai pemain penting di kancah diplomasi global dan potensi kekuatan lunak yang dimilikinya.
Advertisement
Advertisement
Dalam kesempatan yang sama, Duta Besar Boroujerdi juga menyerukan persatuan di kalangan umat Muslim. Ia secara khusus mengajak Muslim di Indonesia untuk bersatu melawan narasi yang mendukung tindakan militer Amerika Serikat dan Israel. Menurutnya, umat Muslim harus berdiri bersama menghadapi ancaman dan konflik yang terus bergejolak di kawasan tersebut.
Boroujerdi menegaskan bahwa permusuhan yang terkait dengan Zionisme tidak terbatas pada Islam saja. Ia menjelaskan bahwa pemerintah Israel menentang tidak hanya ajaran Islam, tetapi juga Kristen dan kelompok Yahudi yang tidak sejalan dengan Zionisme. Ia juga menyoroti pembatasan yang diberlakukan Israel yang mencegah Muslim beribadah di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem, sebuah isu sensitif yang memicu kemarahan global.
Senada dengan Dubes Iran, Din Syamsuddin turut menyerukan persatuan. Ia mengajak organisasi Islam, masyarakat, dan pemerintah Indonesia untuk bersatu dalam menanggapi situasi di Timur Tengah. "Ini bukan saatnya untuk berlarut-larut dalam perbedaan kita, apakah Sunni atau Syiah, Arab atau Persia. Kita adalah sesama Muslim yang diajarkan oleh agama kita untuk menjunjung tinggi persaudaraan," ujar Din Syamsuddin. Seruan ini menekankan pentingnya solidaritas lintas mazhab dan etnis demi tujuan perdamaian yang lebih besar.
Advertisement
Sumber: AntaraNews