Ribuan Rumah Terendam, Tiga Kecamatan di Hulu Sungai Tengah Kalsel Terdampak Banjir
Banjir Hulu Sungai Tengah melanda tiga kecamatan di Kalimantan Selatan, merendam ribuan rumah warga. Simak perkembangan terkini dan upaya penanganan bencana yang dilakukan.
Banjir melanda tiga kecamatan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, pada Senin, 19 Mei. Ribuan rumah warga di Kecamatan Batu Benawa, Barabai, dan Pandawan dilaporkan terendam air. Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) HST, Fitriadi, menyatakan timnya terus memantau situasi di lapangan.
Bencana ini dipicu oleh hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak dini hari. Curah hujan ekstrem menyebabkan meluapnya sungai-sungai setempat. Akibatnya, jalan, pekarangan, hingga rumah warga tergenang air dengan tinggi muka yang bervariasi.
Hingga sore hari pada saat kejadian, belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun korban luka akibat banjir. Bupati HST Samsul Rizal segera turun langsung meninjau sejumlah titik terdampak banjir. Beliau juga mengerahkan petugas gabungan untuk membersihkan sumbatan di aliran sungai.
Kondisi Terkini dan Upaya Penanganan Banjir Hulu Sungai Tengah
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD dan Damkar HST, Fitriadi, menjelaskan bahwa kondisi ketinggian air bervariasi di setiap kecamatan terdampak. Di Kecamatan Batu Benawa, air sudah berangsur surut. Sementara itu, di Kecamatan Barabai, sebagian wilayah masih tergenang dan cenderung mengalami kenaikan debit air.
Kecamatan Pandawan menjadi perhatian khusus karena debit airnya masih terus mengalami kenaikan. Tim gabungan dari BPBD dan Damkar HST terus melakukan pemantauan intensif di lapangan. Mereka juga siap siaga untuk merespons setiap perkembangan situasi yang terjadi.
Meskipun ribuan rumah terendam, Fitriadi memastikan bahwa hingga sore hari tidak ada laporan korban jiwa maupun korban luka. Bupati HST Samsul Rizal secara langsung meninjau lokasi terdampak. Beliau memimpin upaya penanganan darurat di beberapa titik.
Bupati Rizal juga menginstruksikan pengerahan petugas gabungan untuk membersihkan ranting dan kayu yang menghambat aliran sungai. Langkah ini diambil untuk mempercepat surutnya air. Hal ini juga mencegah genangan air semakin meluas di wilayah perkotaan.
Penyebab Banjir dan Dampak Sumbatan Sungai Barabai
Penyebab utama banjir ini adalah intensitas hujan tinggi yang berlangsung sejak dini hari. Curah hujan ekstrem menyebabkan Sungai Barabai meluap secara signifikan. Luapan ini berdampak pada sejumlah wilayah, termasuk Simpang Ulama, Sarigading, Kampung Kadi, Pasar Murakata, dan Bungur.
Luapan sungai tersebut membawa serta sampah berupa ranting pohon dan bambu. Tumpukan sampah ini sempat menutup aliran air di bawah jembatan, seperti di Jembatan Dharma. Kondisi ini memperlambat aliran sungai dan memperparah genangan di daerah perkotaan.
Bupati Rizal menekankan pentingnya segera membersihkan tumpukan sampah pohon tersebut. "Secepatnya kita selesaikan sampah pohon menumpuk ini. Karena kalau sungai tertutup aliran sungai lambat. Hal ini yang membuat daerah perkotaan terendam," ujarnya.
Berkat kerja keras petugas gabungan dan relawan Balakar 654 Murakata, tumpukan sampah yang menyumbat Jembatan Dharma berhasil dibersihkan. "Sampah pohon bambu tersebut telah bersih. Aliran sungai kembali normal. Cuaca juga kembali cerah," kata Bupati Rizal.
Imbauan Kewaspadaan untuk Masyarakat Terdampak Banjir
Meskipun kondisi mulai membaik dan cuaca cerah, Bupati Samsul Rizal mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Warga diminta tidak panik dalam menyikapi bencana banjir yang terjadi. Kesiapsiagaan sangat diperlukan mengingat potensi perubahan cuaca.
Bupati juga menyampaikan bahwa apabila ada hal mendesak atau membutuhkan bantuan, masyarakat diharapkan segera menghubungi petugas terdekat. Tim penanggulangan bencana siap memberikan bantuan dan informasi yang diperlukan. Komunikasi yang baik antara warga dan petugas sangat penting dalam situasi darurat.
Pemerintah daerah bersama BPBD dan Damkar HST akan terus memantau perkembangan situasi banjir. Mereka juga akan berkoordinasi untuk memastikan penanganan yang cepat dan efektif. Prioritas utama adalah keselamatan dan kesejahteraan seluruh warga terdampak.
Sumber: AntaraNews