Dispersip Banjar Ajak Anak Kurangi Ketergantungan Gawai Lewat Program Hari Seibu
Dispersip Banjar meluncurkan program "Sehari Bersama Buku" (Hari Seibu) untuk mengajak anak-anak dan masyarakat mengurangi ketergantungan gawai serta meningkatkan minat baca.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, mengambil langkah proaktif untuk mengatasi tantangan ketergantungan gawai di kalangan anak-anak. Melalui program inovatif "Sehari Bersama Buku" (Hari Seibu), Dispersip Banjar berupaya mengembalikan budaya membaca di tengah masyarakat.
Kegiatan ini diselenggarakan di halaman kantor Dispersip setempat, Martapura, dan dirancang sebagai ruang apresiasi bagi pemustaka. Program Hari Seibu juga menjadi sarana efektif untuk mengembalikan minat baca melalui berbagai aktivitas yang edukatif dan menyenangkan.
Kepala Dispersip Kabupaten Banjar, Kencana Wati, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari peringatan Hari Buku Nasional yang diperingati setiap 17 Mei. Tujuannya adalah meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya literasi di era digital saat ini.
Mengembalikan Minat Baca di Era Digital
Arus informasi digital yang deras telah menyita perhatian generasi muda, khususnya anak usia sekolah, sehingga meningkatkan ketergantungan pada gawai. Dispersip Banjar melihat ini sebagai tantangan serius yang perlu diatasi dengan pendekatan yang menarik.
Kencana Wati menegaskan bahwa perpustakaan tidak lagi hanya tempat membosankan untuk meminjam buku. Pihaknya ingin mengubah persepsi tersebut menjadi tempat yang menyenangkan dan penuh aktivitas menarik bagi semua kalangan.
Program Hari Seibu dirancang khusus untuk menciptakan pengalaman positif dengan buku. Harapannya, anak-anak dapat berinteraksi langsung dengan bahan bacaan dan memperluas wawasan mereka, serta membangun kebiasaan membaca yang bermanfaat bagi masa depan.
Ragam Aktivitas Edukatif dan Menarik
Untuk menarik minat masyarakat, Dispersip Banjar menghadirkan berbagai layanan dan aktivitas yang beragam. Ini termasuk pemeriksaan kesehatan gratis, layanan perpustakaan keliling, serta permainan edukatif.
Selain itu, kuis interaktif dengan hadiah suvenir menarik juga disiapkan untuk para peserta. Pendekatan ini bertujuan agar peserta, terutama anak-anak, merasa senang dan termotivasi untuk datang ke perpustakaan.
Berbagai kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang tidak membosankan. Ini sekaligus menunjukkan bahwa membaca dan belajar bisa menjadi aktivitas yang sangat menyenangkan.
Kolaborasi Strategis dan Sasaran Utama
Keberhasilan program Hari Seibu tidak lepas dari dukungan kolaborasi dengan sejumlah mitra strategis. Beberapa di antaranya adalah Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI), Gramedia Veteran Banjarmasin, dan Universitas Borneo Lestari.
Kencana Wati berharap kolaborasi ini dapat menjadi magnet kuat untuk menarik minat masyarakat terhadap perpustakaan secara berkelanjutan. Sinergi ini memperkuat upaya Dispersip dalam mencapai tujuannya.
Sasaran utama program Hari Seibu adalah anak-anak usia sekolah, mulai dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas. Kelompok ini dinilai paling rentan terdistraksi oleh penggunaan gawai dan media sosial.
Melalui kegiatan ini, Dispersip ingin anak-anak memiliki ruang untuk berinteraksi dengan buku. Ini penting untuk membangun kebiasaan membaca yang bermanfaat bagi masa depan mereka.
Harapan Peningkatan Literasi dan IPM
Pemerintah Kabupaten Banjar berharap gerakan Hari Seibu dapat menumbuhkan kembali budaya membaca dan pembelajaran sepanjang hayat di tengah masyarakat. Inisiatif ini dipandang krusial untuk masa depan daerah.
Upaya ini diharapkan berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Banjar. Peningkatan SDM adalah fondasi penting bagi pembangunan.
Pada akhirnya, program ini juga diharapkan dapat meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Banjar. Literasi yang kuat adalah salah satu pilar utama dalam peningkatan IPM.
Sumber: AntaraNews