Pemkab Batang Gencarkan Gerakan Satu Minggu Satu Buku, Tunjang Minat Baca Anak Sejak Dini
Pemerintah Kabupaten Batang menginisiasi Gerakan Satu Minggu Satu Buku untuk menumbuhkan minat baca anak sejak usia dini dan mengurangi ketergantungan pada gawai.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang, Jawa Tengah, secara aktif menggencarkan Gerakan Satu Minggu Satu Buku. Inisiatif ini diluncurkan pada Jumat, 27 Maret, sebagai upaya strategis untuk menunjang minat baca anak-anak di wilayah tersebut. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Batang, Puji Setyowati, menegaskan pentingnya program ini.
Gerakan ini bertujuan utama untuk menumbuhkan kecintaan anak terhadap buku sejak usia dini dan meminimalisasi waktu mereka bermain gawai. Fenomena anak-anak yang lebih banyak menghabiskan waktu dengan gadget menjadi tantangan besar bagi para penggiat literasi di Batang. Puji Setyowati menyatakan, “Jika kita melihat fenomena sekarang, banyak orang tua yang membiarkan anaknya bermain gadget sehingga anak malas untuk membaca buku. Inilah tugas para penggiat literasi untuk bisa mengajak masyarakat agar bisa mencintai dan membaca buku.”
Program ini menyasar anak usia dini hingga kelas 3 Sekolah Dasar, dengan harapan adanya kolaborasi harmonis antara rumah dan sekolah. Orang tua diharapkan berperan aktif membacakan buku, yang kemudian akan ditinjau oleh guru di sekolah.
Tantangan Gadget dan Pentingnya Fondasi Literasi Dini
Puji Setyowati menyoroti tantangan besar yang dihadapi penggiat literasi saat ini, yaitu dominasi gawai di kalangan anak-anak. Banyak orang tua cenderung membiarkan anak mereka bermain gadget, yang pada akhirnya membuat anak malas membaca buku. Situasi ini menuntut peran aktif para penggiat literasi untuk mengajak masyarakat kembali mencintai buku.
Gerakan Satu Minggu Satu Buku Batang dirancang khusus untuk membangun fondasi literasi sejak awal. Program ini menargetkan anak usia dini hingga kelas 3 Sekolah Dasar sebagai sasaran utama. Pendampingan orang tua dianggap krusial agar anak-anak dapat mengembangkan kecintaan terhadap buku sejak usia sangat muda.
Inisiatif ini bukan hanya sekadar membaca, tetapi juga membentuk kebiasaan positif. Dengan membiasakan anak berinteraksi dengan buku sejak dini, diharapkan mereka akan tumbuh menjadi individu yang memiliki minat baca tinggi. Ini merupakan investasi jangka panjang untuk kualitas sumber daya manusia di Batang.
Kolaborasi Harmonis Rumah dan Sekolah dalam Gerakan Satu Minggu Satu Buku
Keberhasilan Gerakan Satu Minggu Satu Buku Batang sangat bergantung pada sinergi antara lingkungan rumah dan sekolah. Puji Setyowati berharap adanya kolaborasi yang harmonis antara kedua pihak ini. Orang tua diminta untuk menyisihkan waktu membacakan buku kepada anak-anak mereka di rumah.
Peran aktif orang tua dalam membacakan buku minimal satu buku dalam seminggu menjadi inti dari program ini. Puji Setyowati menjelaskan, “Gerakan ini harapannya orang tua dapat berperan aktif dalam membacakan buku bagi anak-anaknya di rumah, minimal satu buku dalam seminggu yang nantinya juga akan kerja sama dengan guru di sekolah untuk me-review buku hasil bacaannya.” Setelah itu, guru di sekolah akan meninjau atau me-review buku yang telah dibaca oleh anak.
Pendekatan kolaboratif ini menciptakan ekosistem yang mendukung perkembangan literasi anak secara holistik. Dengan dukungan dari rumah dan sekolah, anak-anak akan merasa lebih termotivasi dan didampingi dalam perjalanan membaca mereka. Ini juga memperkuat ikatan antara orang tua, anak, dan institusi pendidikan.
Inovasi Bimbingan Teknis untuk Penggiat Literasi
Untuk menyukseskan Gerakan Satu Minggu Satu Buku Batang, Pemkab Batang juga membekali para penggiat literasi dengan kemampuan baru. Bimbingan teknis sinematografi diberikan untuk membantu mereka merayu warga agar kembali mencintai buku. Ini adalah langkah adaptif terhadap tren digital saat ini.
Puji Setyowati menjelaskan bahwa generasi sekarang lebih condong pada konten-konten media sosial. Oleh karena itu, melalui bimbingan teknis ini, para penggiat literasi diharapkan mampu memproduksi video yang menarik. Video-video ini nantinya akan digunakan untuk mengajak penonton gemar membaca.
Strategi ini menunjukkan upaya Pemkab Batang untuk berinovasi dalam mempromosikan literasi. Dengan memanfaatkan media sosial dan konten visual, diharapkan pesan tentang pentingnya membaca dapat menjangkau audiens yang lebih luas, terutama kalangan muda yang akrab dengan platform digital. Ini adalah pendekatan modern untuk tantangan literasi.
Sumber: AntaraNews