Tokoh Islam Apresiasi Surat Prabowo atas Wafatnya Ayatollah Khamenei, Dorong Peran Indonesia dalam Perdamaian Global
Sejumlah tokoh Islam mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto yang menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Ayatollah Ali Khamenei, menilai sikap ini mencerminkan kepedulian Indonesia terhadap dinamika geopolitik global dan dorongan untuk perdamaian
Presiden Prabowo Subianto telah menyampaikan belasungkawa resmi kepada pemerintah dan rakyat Iran atas wafatnya pemimpin tertinggi mereka, Ayatollah Ali Khamenei. Langkah diplomatik ini mendapat respons positif dari berbagai tokoh Islam dan ulama di Indonesia. Mereka melihatnya sebagai cerminan sikap kemanusiaan serta kepedulian Indonesia terhadap dinamika geopolitik global saat ini.
Apresiasi ini disampaikan oleh sejumlah tokoh Islam dan ulama menjelang dan usai acara buka puasa bersama Presiden Prabowo di Istana Negara, Jakarta, Kamis. Sikap ini juga menyoroti peran strategis Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia dalam upaya menjembatani konflik.
Penyampaian belasungkawa ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia dalam mendorong perdamaian dan stabilitas di kancah internasional, khususnya di tengah ketegangan yang sedang berlangsung.
Solidaritas Kemanusiaan dan Peran Indonesia
Ketua Dewan Penasihat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Jimly Asshiddiqie, menilai langkah Prabowo menyampaikan belasungkawa kepada pemerintah dan rakyat Iran merupakan sikap yang tepat. Menurutnya, hal ini mencerminkan solidaritas sebagai negara dengan penduduk mayoritas Muslim.
“Tepat sekali kemarin Presiden sudah menyampaikan turut berduka kepada seluruh rakyat Iran,” ujar Jimly. Ia menambahkan bahwa sebagai negeri Muslim terbesar yang menganut Pancasila, khususnya Ketuhanan Yang Maha Esa dan Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Indonesia tidak bisa menerima pembunuhan biadab.
Jimly Asshiddiqie juga menekankan bahwa sudah saatnya Indonesia memainkan peran lebih strategis. Peran ini adalah untuk menjembatani konflik dan ketegangan di antara negara-negara Islam, mengingat Indonesia memiliki populasi Muslim terbesar di dunia di luar kawasan Asia Barat.
Dorongan Kuat untuk Perdamaian Global
Senada dengan pandangan tersebut, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf, menyampaikan bahwa penyampaian belasungkawa oleh Prabowo merupakan sikap yang wajar dan manusiawi ketika terjadi peristiwa duka. Namun, Gus Yahya juga menyoroti hal yang tidak kalah penting, yaitu upaya nyata dari berbagai pihak untuk menghentikan kekerasan dan konflik bersenjata yang terus berlangsung.
“Kita tidak punya pilihan selain berjuang sekuat tenaga supaya damai. Berhenti perang, damai sekarang. Tidak ada alternatif lain,” kata Gus Yahya. Ia menegaskan bahwa jika tidak ada upaya perdamaian, tidak ada pihak yang akan selamat, sehingga kekerasan harus dihentikan dengan cara apapun.
Gus Yahya juga menekankan pentingnya memanfaatkan berbagai forum dan mekanisme kerja sama internasional yang dimiliki Indonesia untuk mendorong upaya perdamaian. Ini termasuk keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) yang diinisiasi oleh Amerika Serikat (AS).
Latar Belakang dan Komitmen Diplomatik Indonesia
Sebelumnya, pada Rabu (4/3), Presiden Prabowo mengirimkan surat resmi belasungkawa kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian atas wafatnya pemimpin tertinggi Iran. Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan meninggal dunia akibat serangan militer AS dan Israel.
Surat tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Luar Negeri Sugiono kepada Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi di Jakarta. Ini merupakan bentuk penghormatan diplomatik dari pemerintah Indonesia.
Melalui langkah tersebut, pemerintah Indonesia menyampaikan empati mendalam kepada pemerintah dan rakyat Iran atas kehilangan tokoh penting. Tokoh tersebut memiliki pengaruh besar dalam perjalanan politik dan kehidupan masyarakat Iran.
Langkah ini juga menegaskan komitmen Indonesia untuk terus menjaga hubungan persahabatan dan kerja sama yang baik antara kedua negara di tengah dinamika geopolitik global.
Sumber: AntaraNews