Gencatan Senjata, Israel Malah Kirim Serangan ke Gaza Tewaskan 5 Orang
Apa yang menjadi penyebab serangan Israel meskipun telah ada kesepakatan gencatan senjata?
Zionis Israel kembali melancarkan serangan ke Gaza. Padahal, saat ini tengah diberlakukan gencatan senjata sesuai kesepakatan KTT Perdamaian Gaza.
Laporan dari sumber medis yang dikutip oleh Al Jazeera pada Rabu (15/10) menyebutkan bahwa sedikitnya lima warga Palestina kehilangan nyawa akibat serangan yang dilancarkan oleh pasukan Israel di Kota Gaza. Menurut informasi dari Rumah Sakit Al-Ahli Arab, kelima korban tewas itu diakibatkan oleh tembakan yang terjadi di kawasan Shujayea pada Selasa (14/10).
Pihak militer Israel beralasan bahwa tindakan penembakan tersebut dilakukan untuk "meredakan ancaman" dari sekelompok individu yang mendekati posisi mereka di Gaza utara. Dalam pernyataan resminya, militer Israel mengungkapkan bahwa mereka menembaki "tersangka" yang diduga telah melintasi "garis kuning", yaitu area yang ditentukan untuk penempatan ulang sesuai dengan kesepakatan gencatan senjata yang berlaku sejak Jumat lalu.
Gencatan Senjata yang Rawan Runtuh
Pekan lalu, Hamas dan Israel telah sepakat untuk menghentikan pertempuran sementara. Kesepakatan tersebut mencakup pemulangan semua tawanan Israel, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal, sebagai imbalan untuk pembebasan sekitar 2.000 tahanan Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel.
Selain itu, tahap awal dari perjanjian ini juga mencakup penarikan bertahap pasukan Israel dari wilayah Gaza. Tentara Israel diharuskan untuk mundur dari garis depan menuju area "garis kuning".
Namun, menurut peta yang dibagikan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sekitar 58 persen wilayah Gaza masih berada di bawah kendali Israel. Hingga saat ini, pemerintah Israel belum menunjukkan komitmen untuk sepenuhnya menarik pasukannya dari Gaza.
Bahkan, dokumen dari Gedung Putih menyatakan bahwa Israel dapat mempertahankan kehadiran militernya di zona penyangga sampai "tidak ada lagi ancaman teror yang muncul kembali", sebuah celah yang menurut para pengamat bisa membuat pasukan Israel bertahan tanpa batas waktu.
Ketegangan di Gaza Masih Tinggi
Shujayea, yang merupakan salah satu distrik dengan kepadatan penduduk tinggi di Gaza, dikenal sebagai area yang akan tetap diawasi secara ketat oleh pasukan Israel. Tembakan yang terjadi pada Selasa pagi menjadi indikasi akan rentannya situasi di lapangan.
Koresponden Al Jazeera melaporkan bahwa suara tembakan terdengar saat warga berusaha mendekati daerah yang dianggap sebagai zona militer. Di sisi lain, para pengungsi Palestina yang telah beberapa kali berpindah tempat selama konflik kini mulai berusaha kembali ke rumah mereka, meskipun kondisi keamanan masih sangat tidak menentu.
Lebih jauh, isu terkait perlucutan senjata Hamas menjadi salah satu faktor krusial dalam kelanjutan gencatan senjata ini. Israel menekankan bahwa Hamas harus menyerahkan seluruh persenjataannya sebuah tuntutan yang hingga saat ini belum sepenuhnya direspons oleh kelompok tersebut.
Ketegangan juga semakin meningkat di antara berbagai faksi bersenjata di Gaza. Minggu lalu, Kementerian Dalam Negeri Gaza melaporkan bahwa setidaknya 27 orang tewas, termasuk delapan anggota Hamas, akibat bentrokan antara pasukan keamanan Hamas dan sebuah klan bersenjata. Insiden serupa kembali terjadi pada hari Selasa, menunjukkan betapa rentannya stabilitas di wilayah tersebut.