VIDEO Drone Israel Kepung Masjid dan Serang Warga Saat Sedang Buka Puasa Bersama
Selama gencatan senjata berlangsung di Gaza, Israel telah membunuh 150 warga Palestina.
Kekejaman pasukan penjajah Israel di Jalur Gaza, Palestina, tetap berlanjut kendati gencatan senjata masih berlangsung. Gencatan senjata mulai berlaku pada 19 Januari lalu setelah 15 bulan perang genosida Israel berlangsung di wilayah Palestina tersebut.
Dalam video yang diunggah Quds News Network di X atau Twitter, drone Israel mengepung sebuah masjid di Rafah, Gaza selatan, dan menyerang warga yang tengah buka puasa bersama. Salah seorang jurnalis yang berada di dalam masjid tersebut merekam kengerian yang sedang terjadi.
Suara rentetan tembakan terdengar jelas dari luar masjid. Warga yang berada di dalam masjid kemudian berusaha mencari tempat untuk berlindung.
Suara tembakan semakin menjadi-jadi. Sejumlah anak-anak yang berada di dalam masjid juga tampak ketakutan sembari memegangi kotak makanan mereka.
Ketika suara tembakan semakin dekat dan keras, terdengar anak-anak teriak menangis ketakutan. Jurnalis yang merekam video tersebut kemudian mencoba menenangkan bocah laki-laki yang menangis tersebut.
Tonton videonya di link di bawah ini:
Israel Bunuh 3 Jurnalis Saat Bertugas
Menurut Kantor Media Gaza pada Sabtu (15/3), lebih dari 150 warga Palestina dibujuh Israel sejak gencatan senjata mulai berlaku.
"Kami telah mengamati penjajah yang dengan sengaja meningkatkan kejahatan lapangannya terhadap warga sipil dalam beberapa pekan terakhir, menargetkan orang-orang yang mengumpulkan kayu bakar atau memeriksa rumah mereka, yang mengakibatkan mereka syahid akibat tembakan tentara Israel," kata kantor tersebut dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Middle East Monitor, Minggu (16/3).
Pernyataan tersebut muncul setelah serangan udara Israel di Beit Lahia di Gaza utara menewaskan sembilan warga Palestina, termasuk wartawan dan pekerja bantuan kemanusiaan.
Kementerian Kesehatan Palestina mengonfirmasi beberapa korban luka dibawa ke Rumah Sakit Indonesia di Gaza utara setelah serangan tersebut. Saksi mata mengatakan serangan udara tersebut menargetkan tim bantuan yang mendistribusikan tenda sementara kepada warga yang mengungsi akibat pengeboman Israel.
Pusat Perlindungan Jurnalis Palestina juga mengonfirmasi tiga jurnalis termasuk di antara mereka yang terbunuh, dan menyatakan mereka sedang mendokumentasikan upaya bantuan kemanusiaan bagi mereka yang terkena dampak operasi militer Israel yang sedang berlangsung.