Hamas Sebut Lembaga GHF Bentukan Israel-AS sebagai 'Jebakan Kematian dan Penghinaan', Manfaatkan Bantuan Untuk Usir Paksa Warga Gaza
Israel membunuh 102 warga Palestina yang kelaparan di Gaza saat menunggu bantuan dari GHF.
Hamas mengecam keras mekanisme distribusi bantuan kontroversial yang dijalankan Gaza Humanitarian Foundation (GHF) bentukan Amerika Serikat (AS)-Israel. Kelompok perlawanan Palestina itu mengatakan, tujuan GHF sebenarnya bukanlah untuk memberikan bantuan, tetapi untuk menggusur penduduk Gaza.
Kecaman ini muncul di tengah laporan mengenai pembunuhan massal oleh pasukan Israel dan meningkatnya kekacauan di dekat titik distribusi GHF di Gaza.
“Menargetkan orang-orang yang kelaparan saat mereka mencari makanan mencerminkan sifat kejam musuh fasis ini, yang menggunakan kelaparan dan pengeboman sebagai senjata pembunuhan dan penggusuran, sebagai bagian dari rencana sistematis untuk mengosongkan Gaza dari penduduknya,” kata Hamas, seperti dikutip dari Quds News Network, Rabu (4/6).
Hamas menyebut operasi tersebut sebagai mekanisme Israel-AS yang menjadi “jebakan” kematian dan penghinaan.
“Tujuannya bukanlah menyalurkan bantuan. Tetapi untuk menghancurkan martabat rakyat kami dan mengubah kehidupan mereka yang terkepung menjadi neraka demi melancarkan tujuan penggusuran paksa,” katanya.
Hamas menyerukan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Dewan Keamanan PBB, dan organisasi-organisasi bantuan internasional agar segera mengambil tindakan untuk menghentikan mekanisme mematikan ini, dan “menyelamatkan sisa-sisa rakyat kami yang terkepung.”
Menurut Kantor Media Pemerintah Gaza pada Selasa (3/6) kemarin, sejak 27 Mei lalu 102 warga Gaza yang kelaparan telah syahid dan 490 lainnya terluka oleh tembakan Israel di dekat titik distribusi bantuan GHF, yang terletak di Rafah dan Koridor Netzarim yang diduduki tentara Israel.
Dalam rekaman drone, video saksi mata, dan kesaksian tim medis di Rafah, semuanya mengonfirmasi bahwa pasukan Israel melepaskan tembakan secara langsung dan intensif ke warga sipil. Banyak korban tewas dengan luka tembak di kepala atau dada.
Sebagian besar organisasi kemanusiaan, termasuk PBB, telah menjauhkan diri dari GHF. Hal ini dikarenakan bahwa organisasi tersebut melanggar prinsip-prinsip kemanusiaan dengan membatasi bantuan ke Gaza selatan dan tengah. Mereka mengharuskan warga Palestina berjalan sangat jauh untuk mengambil bantuan, dan hanya menyediakan bantuan terbatas.
PBB mengonfirmasi bahwa Israel masih memblokir pengiriman makanan ke warga Palestina yang kelaparan, dan hanya beberapa truk bantuan yang telah sampai di Gaza.
Reporter Magang: Devina Faliza Rey