Israel Bunuh Hampir 50 Warga Palestina di Gaza dalam Sehari, Sebagian Ditembak Saat Menunggu Bantuan Makanan

Menurut juru bicara UNICEF, jauh lebih banyak bom dan roket yang memasuki Gaza daripada makanan.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Israel Bunuh Hampir 50 Warga Palestina di Gaza dalam Sehari, Sebagian Ditembak Saat Menunggu Bantuan Makanan
Israel Bunuh Hampir 50 Warga Palestina di Gaza dalam Sehari, Sebagian Ditembak Saat Menunggu Bantuan Makanan (Merdeka.com)

Israel membunuh lebih dari 45 warga Palestina dalam sejumlah serangan di seluruh Jalur Gaza sejak Minggu (15/6) pagi. Sebagian dari para korban ditargetkan saat sedang menunggu bantuan di titik distribusi bantuan yang dikelola Israel-Amerika Serikat (AS), Gaza Humanitarian Foundation (GHF).

Badan pertahanan sipil Gaza melaporkan, sedikitnya 23 warga Palestina dibunuh di dekat titik distribusi dan truk bantuan, termasuk di dekat Koridor Netzarim di Gaza tengah, di Rafah di selatan, dan di dekat jalur masuk bantuan di al-Sudaniya di barat laut.

Pejabat badan pertahanan sipil Gaza, Mohammad al-Mughayyir, mengatakan kepada AFP, Rumah Sakit al-Awda di Gaza tengah menerima delapan jenazah dan 125 orang terluka setelah serangan pesawat nirawak Israel menargetkan orang-orang yang berkumpul di dekat pusat distribusi bantuan di Koridor Netzarim.

Sejak distribusi bantuan mulai dilaksanakan GHF, sedikitnya 300 warga Palestina di Gaza dibunuh pasukan Israel saat berkumpul di titik distribusi bantuan dan ratusan lainnya terluka. Distribusi bantuan oleh GHF ini dikawal kontraktor militer swasta AS dan diawasi pasukan penjajah Israel.

Juru bicara UNICEF, James Elder, menyampaikan kepada Anadolu, situasi di Gaza saat ini "suram, mengerikan, dan tanpa harapan", menekankan pengungsian dan kelaparan warga sipil merajalela.

"Orang-orang Gaza hidup melalui malam-malam yang keras di bawah pemboman, dan mereka menghabiskan hari-hari mereka untuk melarikan diri dari rasa lapar dan ledakan," ungkapnya, seperti dilansir Middle East Eye, Minggu (15/6).

"Dunia tampaknya hanya disibukkan dengan melihat yang terluka dan berbicara tentang bantuan, mengabaikan beban psikologis yang sangat besar yang dialami penduduk, dan kenyataan pahit bagi keluarga yang terpaksa mengungsi berulang kali setelah kehilangan segalanya."

Elder juga mengkritik GHF, menggambarkannya sebagai "bersifat militer", terutama dengan titik distribusinya yang terbatas yang terletak di selatan Gaza.

"Sistem ini memakan korban setiap hari, dengan anak-anak terbunuh hanya karena mereka mencoba mendapatkan sekotak makanan," sesalnya.

Menurut Elder, sistem distribusi GHF "sengaja dirancang" untuk mendorong penduduk dari utara ke selatan Jalur Gaza, yang mengancam akan merusak sistem distribusi bantuan yang sudah ada sebelumnya.

"Bantuan kemanusiaan mungkin hanya berjumlah 10 persen dari apa yang sebenarnya dibutuhkan orang. Jauh lebih banyak bom dan roket yang memasuki Gaza daripada makanan," tegas Elder.

Rekomendasi