Israel Sengaja ‘Pikat' Warga Gaza yang Kelaparan dengan Bantuan Makanan Lalu Ditembaki, Bunuh 102 Orang dalam 8 Hari
Aksi biadab Israel ini juga melukai hampir 500 warga Gaza yang kelaparan.
Kantor Media Pemerintah Gaza menyatakan Israel melakukan “kejahatan mengerikan yang sengaja diulangi,” dengan cara memikat warga Palestina yang kelaparan untuk datang ke pusat distribusi bantuan yang didukung Amerika Serikat (AS) dan kemudian menembaki mereka di sana.
Kantor tersebut menyatakan pada Selasa (3/6), jumlah korban tewas di hari itu mencapai 27 orang. Gaza Humanitarian Foundation (GHF) ciptaan Israel-AS itu telah beroperasi selama delapan hari yang dimulai pada 27 Mei dan telah memakan korban jiwa sebanyak 102 orang yang ditembaki, dan 490 lainnya terluka. Lokasi GHF mendistribusikan bantuan sekaligus menyerang warga berada di kota Rafah dan Koridor Netzarim yang diduduki tentara Israel.
“Pusat distribusi ‘bantuan’ yang mereka sebut-sebut itu terletak di zona merah terbuka dan berbahaya di bawah kendali tentara penjajah, telah berubah menjadi pertumpahan darah massal. Mereka memancing warga sipil yang kelaparan akibat dari kondisi kelaparan parah yang melumpuhkan dan pengepungan ketat yang mereka ciptakan,” bunyi pernyataan kantor tersebut yang dipublikasikan di Telegram, dikutip dari Al Jazeera, Rabu (4/6).
“Mereka kemudian ditembak secara sengaja dan membabi buta, dalam pemandangan yang mencerminkan maksud jahat proyek tersebut dan mengungkap tujuan yang sebenarnya,” tambahnya.
Kantor tersebut meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Dewan Keamanan PBB, dan organisasi-organisasi hak asasi manusia untuk “memikul tanggung jawab moral dan menghukum mereka, mengambil tindakan segera, dan memberikan tekanan dengan menggunakan segala yang ada untuk membuka penyeberangan resmi tanpa campur tangan atau persyaratan dari para penjajah.”
Reporter Magang: Devina Faliza Rey