Pejabat Israel Akui Musnahkan Pasokan Bantuan Kemanusiaan untuk Gaza dari 1000 Truk, Dibiarkan Membusuk Berbulan-Bulan

Paket-paket bantuan itu dibiarkan terjemur matahari selama berbulan-bulan.

Pandasurya Wijaya
Oleh Pandasurya Wijaya - Reporter
Pejabat Israel Akui Musnahkan Pasokan Bantuan Kemanusiaan untuk Gaza dari 1000 Truk, Dibiarkan Membusuk Berbulan-Bulan
truk bantuan ke gaza (X)

Pejabat-pejabat Israel dua hari lalu mengakui mereka telah merusak makanan, air, dan pasokan medis yang dikemas dalam lebih dari 1.000 truk bantuan di perbatasan Kerem Shalom yang dibiarkan membusuk setelah distribusinya ke Jalur Gaza diblokir. Demikian menurut laporan Anadolu.

Menurut Stasiun televisi Israel, KAN, truk-truk bantuan tersebut membawa puluhan ribu paket bantuan kemanusiaan. Paket-paket ini dibiarkan selama berminggu-minggu di bawah terik matahari di perbatasan tanpa didistribusikan, hingga akhirnya membusuk.

Kementerian Kesehatan Gaza mengumumkan pada Jumat, jumlah korban tewas akibat kelaparan dan malnutrisi sejak Oktober 2023 telah mencapai 122 warga Palestina, termasuk 83 anak-anak.

Hanya 100-150 truk

“Kami mengubur semuanya ke dalam tanah, dan sebagian dari pasokan kami bakar,” kata salah satu tentara Israel kepada KAN tanpa menyebutkan waktu kejadian secara spesifik, seperti dilansir Middle East Monitor, Sabtu (26/7).

“Bahkan sekarang, ribuan paket masih dibiarkan di bawah matahari. Jika mereka tidak diizinkan masuk ke Gaza, kami akan terpaksa menghancurkannya juga.”

Sumber militer mengatakan kepada KAN bahwa “hanya 100 hingga 150 truk yang diizinkan masuk ke Gaza dari perbatasan setiap hari, dan sebagian besar dari truk itu tidak dibongkar karena mekanisme distribusi yang rusak.”

Tentara Israel lainnya mengatakan, “mekanismenya tidak berfungsi. Truk-truk terhenti, jalan-jalan tidak dapat dilalui, dan koordinasi tidak berjalan.”

FOTO:  Israel Umumkan Jeda Taktis, Truk Bantuan Mulai Masuk Gaza
Warga Gaza membawa paket makanan di kamp al-Mawasi di Rafah, Jalur Gaza selatan, Palestina, Minggu (27/07/2025). AFP

“Kami memiliki tempat penyimpanan gandum terbesar di dunia di sini, dan jika barang-barang yang ada sekarang tidak segera diambil, kami akan menghancurkannya dan menguburnya.”

Kelaparan makin menggila di Gaza. Gambar dan video yang beredar menunjukkan warga Palestina dengan tubuh tampak seperti kerangka akibat kelaparan ekstrem, serta mengalami mual, kelelahan, dan kehilangan kesadaran.

Selasa lalu, Program Pangan Dunia (WFP) memperingatkan sepertiga dari populasi Gaza telah menjalani beberapa hari tanpa makan karena blokade Israel yang terus berlangsung.

Sejak 2 Maret, Israel membatalkan pelaksanaan kesepakatan gencatan senjata dan pertukaran tahanan dengan Hamas serta tetap menutup perbatasan Gaza, menyebabkan ratusan truk bantuan tertahan di perbatasan.

Menolak seruan internasional untuk gencatan senjata, tentara Israel terus melancarkan serangan brutal ke Gaza sejak 7 Oktober 2023, menewaskan lebih dari 59.600 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak. Kematian akibat kelaparan meningkat dalam beberapa hari terakhir karena blokade berkepanjangan dan distribusi bantuan yang buruk oleh Lembaga Kemanusiaan Gaza yang kontroversial.

Pada November lalu, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanannya, Yoav Gallant, atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) atas perangnya di Gaza.

Rekomendasi