Israel Bunuh 16.503 Anak-Anak Palestina Selama 19 Bulan Perang Genosida di Gaza
Sekitar 900 di antaranya merupakan bayi di bawah usia 1 tahun.
Israel melancarkan perang genosida di Jalur Gaza, Palestina, sejak Oktober 2023. Sampai saat ini, Israel telah membunuh 53.800 warga Palestina di Gaza, menurut data Kementerian Kesehatan Palestina.
Dari jumlah tersebut, jumlah anak-anak yang menjadi korban sebanyak 16.503. Kementerian Kesehatan juga merilis nama anak-anak yang menjadi korban kebiadaban Israel ini, seperti dikutip dari TRT World, Jumat (23/5).
Kementerian memaparkan, dari 16.503 korban, sebanyak 916 merupakan bayi di bawah usia 1 tahun. Sebanyak 4.365 korban merupakan anak-anak berusia 1-5 tahun, 6.101 orang adalah anak-anak berusia 6-12 tahun, dan 5.124 di antaranya merupakan anak-anak yang menginjak remaja berusia 13-17 tahun.
Selama 19 bulan perang genosida, Israel tidak hanya membunuh warga Palestina dengan persenjataan canggih, tapi juga dengan memblokade masuknya bantuan makanan dan obat-obatan. Blokade ini menyebabkan warga Gaza kelaparan.
Kementerian Kesehatan menyampaikan 29 anak-anak dan lansia di Gaza meninggal karena kelaparan. Kepala bantuan kemanusiaan PBB sebelumnya menyampaikan 14.000 bayi di Gaza terancam meninggal dalam waktu 48 jam jika bantuan tidak segera masuk ke Gaza.
Tipuan Israel
Sementara itu, Doctors Without Borders (MSF) menuduh Israel hanya mengizinkan sejumlah kecil bantuan kemanusiaan masuk ke Jalur Gaza sebagai "tipuan untuk berpura-pura pengepungan telah berakhir".
"Karena orang-orang masih sangat membutuhkan perawatan dan bantuan medis, otoritas Israel harus menghentikan pencekikan yang disengaja di Gaza dan penghancuran sistem perawatan kesehatannya, yang menjadi dasar kampanye pembersihan etnis mereka," kata MSF dalam sebuah pernyataan pada Selasa, dikutip dari Middle East Eye, Jumat (23/5).
Israel mengklaim 100 truk bantuan memasuki Gaza pada Rabu, namun menurut laporan Reuters, petugas bantuan dan sumber-sumber lokal mengatakan pasokan belum mencapai dapur umum, toko roti, pasar, atau rumah sakit di Gaza.
"Tak satu pun dari bantuan ini - yang jumlahnya sangat terbatas - telah mencapai penduduk Gaza," kata Antoine Renard, direktur negara untuk Program Pangan Dunia (WFP).
Renard menambahkan ribuan ton makanan dan kebutuhan pokok lainnya saat ini menunggu di dekat titik-titik penyeberangan menuju Gaza. Namun, tanpa distribusi yang tepat, sekitar seperempat populasi masih berisiko mengalami kelaparan.