66 Anak Palestina Meninggal Karena Gizi Buruk Akut di Gaza Akibat Blokade Israel
Israel telah menutup sebagian besar penyeberangan utama Gaza sejak 2 Maret, dan memblokir ratusan truk bantuan kemanusiaan.
Sedikitnya 66 anak Palestina meninggal karena kekurangan gizi akut di Jalur Gaza akibat blokade Israel sejak Oktober 2023, menurut otoritas setempat pada Sabtu (28/6). Kekurangan gizi pada anak-anak di Gaza terjadi karena kurangnya persediaan makanan, pasokan medis, dan susu formula bayi yang sangat parah terus melanda wilayah tersebut.
Kematian tersebut mencerminkan krisis kemanusiaan yang memburuk di Gaza. Israel terus memberlakukan pengepungan sejak 7 Oktober 2023 dan memperketat pembatasan bantuan dan bahan bakar.
Kematian terbaru pada pekan ini termasuk tiga bayi yang meninggal karena kekurangan gizi dan obat-obatan.
Jouri al-Masri, bayi berusia tiga bulan yang meninggal pada Kamis (26/6) di Deir al-Balah, Gaza selatan. Keluarganya tidak dapat memperoleh susu terapi khusus yang ia butuhkan.
Pada hari yang sama, Nidal Sharab yang berusia 5 bulan dan Kinda al-Hams yang berusia 10 hari meninggal di Rumah Sakit Nasser di Khan Younis. Keluarga mereka menyebut bayi-bayi mereka meninggal karena malnutrisi ekstrem dan kekurangan pasokan medis yang sangat parah.
“Kematian ini mencerminkan kejahatan perang yang sedang berlangsung dengan menolak akses ke kebutuhan pokok yang menyelamatkan nyawa,” kata kantor media Gaza.
Selain itu, kantor media tersebut menggambarkan blokade dan penutupan perbatasan sebagai “kejahatan terhadap kemanusiaan dan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum humaniter internasional dan Konvensi Jenewa,” demikian dikutip dari Middle East Monitor, Senin (30/6).
Kantor tersebut juga mengutuk apa yang disebutnya sebagai “kebungkaman yang memalukan” dari komunitas internasional dalam menghadapi kelaparan di Gaza.
Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan pada Jumat (27/6), sekitar 112 anak dirawat di rumah sakit Gaza setiap hari untuk perawatan malnutrisi.
Israel telah menutup sebagian besar penyeberangan utama Gaza sejak 2 Maret, dan memblokir ratusan truk bantuan kemanusiaan. Badan-badan PBB mengatakan Gaza membutuhkan sedikitnya 500 truk setiap hari untuk memenuhi kebutuhan dasar, namun seringkali kurang dari 50 truk yang diizinkan masuk.
Militer Israel menolak seruan internasional untuk gencatan senjata dan terus-menerus melakukan serangan mematikan di Gaza sejak Oktober. Sebanyak 56.400 warga Palestina telah syahid, kebanyakan dari mereka adalah wanita dan anak-anak.
Mahkamah Pidana Internasional (ICC) pada November lalu telah mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dan mantan Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional atas perangnya di Gaza.
Reporter Magang: Devina Faliza Rey