Jangan Asal Pilih, Ini 8 Strategi Jitu Dapatkan Suku Bunga KPR Terendah

Para ahli keuangan membocorkan bahwa konsumen sebenarnya tetap bisa berburu suku bunga terendah. Kuncinya bukan pada keberuntungan, melainkan pada taktik pembeli dalam 'merayu' bank.

Merdeka.com
Oleh Merdeka.com - Reporter
Jangan Asal Pilih, Ini 8 Strategi Jitu Dapatkan Suku Bunga KPR Terendah
Ilustrasi keluarga memiliki rumah impian dengan BRI KPR. (c) geargodz/Depositphotos

Membeli rumah impian lewat skema KPR (Kredit Pemilikan Rumah) memang gampang-gampang susah. Lembaga pembiayaan global seperti Freddie Mac mencatat, suku bunga KPR saat ini masih terus bergerak naik-turun (fluktuatif) dan cenderung bertahan di level yang cukup tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Meski begitu, Anda jangan patah semangat dulu. Para ahli keuangan membocorkan bahwa konsumen sebenarnya tetap bisa berburu suku bunga terendah. Kuncinya bukan pada keberuntungan, melainkan pada taktik pembeli dalam 'merayu' bank.

Sebuah analisis terhadap ribuan penyedia KPR melaporkan bahwa bank nasional besar, koperasi, hingga developer yang punya pembiayaan sendiri (in-house) justru menjadi pihak yang paling berani memberikan promo suku bunga terbaik.

Bagi Anda yang sedang bersiap mengajukan KPR, berikut adalah 8 trik cerdas untuk mengamankan suku bunga terendah di tengah pasar properti yang kompetitif mengutip dari laman Yahoo Financei di Jakarta, Selasa (14/7).

1. Dongkrak Skor Kredit ke Level Tertinggi

Pangsa Pasar KPR Subsidi BTN Melejit
Warga berjalan di dekat pembangunan perumahan subsidi BTN di Kawasan Bogor, Jawa Barat, Jumat (18/2/2022). PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memacu penyaluran Kredit Pembiayaan Rumah Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR Sejahtera FLPP). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Suku bunga KPR itu sangat sensitif terhadap riwayat utang Anda. Di Indonesia, hal ini tercatat dalam BI Checking atau SLIK OJK. Semakin bersih riwayat kredit Anda, bank akan semakin percaya dan tidak ragu memberikan bunga murah. Sebelum mengajukan KPR, pastikan Anda membayar semua tagihan kartu kredit atau paylater tepat waktu agar rapor Anda bersih tanpa noda.

2. Pangkas Rasio Utang Bulanan (Maksimal 25 Persen)

Besarnya cicilan utang lain yang sedang Anda jalani (seperti kredit motor atau kartu kredit) sangat memengaruhi keputusan bank. Semakin sedikit beban utang berjalan Anda, semakin rendah bunga KPR yang bisa dinegosiasikan.

Rumus Mudah: Targetkan total cicilan utang Anda berada di angka 25 persen atau kurang dari pendapatan kotor bulanan.

Contoh: Jika gaji kotor Anda Rp10.000.000, pastikan total cicilan utang yang Anda miliki saat ini maksimal hanya Rp2.500.000 agar posisi Anda dinilai sangat aman oleh bank.

3. Siapkan Uang Muka (DP) Lebih Besar

Membayar DP minimal memang terasa menggiurkan di awal. Namun, menyisihkan dana segar yang lebih besar untuk uang muka justru menjadi jaminan untuk mendapatkan bunga yang bersahabat. Mengapa? Karena semakin besar DP yang Anda bayar, semakin kecil nilai pinjaman yang Anda minta ke bank. Risiko bank pun mengecil, sehingga mereka rela memberikan diskon suku bunga.

4. Manfaatkan Strategi 'Membeli' Diskon Bunga

Trik ini dikenal dengan istilah discount points. Kasarnya, Anda membayar sejumlah uang tambahan di muka kepada bank untuk memotong persentase suku bunga KPR Anda selama masa pinjaman. Uniknya, data di pasar menunjukkan banyak pembeli rumah yang berhasil mendapatkan bunga di bawah rata-rata pasar dengan metode ini, atau dengan bernegosiasi agar biaya diskon ini ditanggung oleh pihak developer.

5. Berburu Program Subsidi Bunga dari Developer

Jangan malas mengecek promo. Banyak developer rumah baru yang bekerja sama dengan bank tertentu untuk menghadirkan program buydown atau subsidi bunga. Lewat program ini, suku bunga KPR Anda akan 'ditambal' oleh developer sehingga terasa sangat murah pada 1 hingga 3 tahun pertama. Namun ingat, pastikan keuangan Anda siap saat masa subsidi habis dan bunga kembali ke tingkat normal.

6. Pertimbangkan Suku Bunga Floating yang Fleksibel

Ada skema KPR yang menawarkan bunga tetap (fixed) yang sangat rendah di periode awal (misalnya 3 sampai 5 tahun pertama), baru kemudian bergerak mengambang (floating) mengikuti suku bunga pasar. Strategi ini sangat cocok jika Anda berencana hanya tinggal sementara, atau berniat menjual rumah tersebut sebelum periode bunga murahnya berakhir.

7. Ambil Tenor Pinjaman yang Lebih Pendek

Jika kondisi finansial Anda cukup kuat, pilihlah masa cicilan (tenor) yang pendek, misalnya 10 atau 15 tahun saja, alih-alih 20 sampai 30 tahun. Bank sangat menyukai tenor pendek karena risiko ketidakpastian masa depan lebih kecil. Alhasil, bank berani memberikan suku bunga yang jauh lebih murah. Bonusnya, rumah Anda bakal lunas jauh lebih cepat!

8. Lakukan Take-Over KPR Lama

Trik terakhir yang cukup cerdas adalah mencari properti sekunder (second) yang pemilik lamanya bersedia melakukan take-over atau pengalihan KPR secara resmi. Dengan metode ini, Anda tinggal melanjutkan sisa cicilan pemilik sebelumnya, namun dengan tingkat suku bunga lama mereka yang biasanya jauh lebih rendah dibanding bunga pasar saat ini.

Reporter Magang: Hanan Mahira Amani

Rekomendasi