Strategi Pertamina Patra Niaga Ubah 4,5 Ton Sampah per Hari Jadi Cuan

Go Sari menjadi bukti nyata bahwa aspek keberlanjutan dapat diwujudkan dari aktivitas harian masyarakat.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Strategi Pertamina Patra Niaga Ubah 4,5 Ton Sampah per Hari Jadi Cuan
Strategi Pertamina Patra Niaga Ubah 4,5 Ton Sampah per Hari Jadi Cuan

Sampah tidak melulu identik dengan masalah. Di Kalurahan Guwosari, Bantul, Yogyakarta, persoalan sampah justru diubah menjadi peluang ekonomi yang memberikan dampak nyata bagi warga setempat melalui program Go Sari.

Program yang diinisiasi lewat pembinaan Fuel Terminal Rewulu Pertamina Patra Niaga sejak 2023 ini berfokus pada pengembangan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Guwosari. Lewat fasilitas ini, masyarakat diajak aktif memilah sampah dari sumbernya sekaligus menciptakan nilai tambah secara finansial.

Saat ini, TPS3R Guwosari sanggup mengolah sekitar 4,5 ton sampah per hari. Operasionalnya juga berhasil menyerap 27 tenaga kerja lokal (green jobs) yang telah dibekali jaminan sosial ketenagakerjaan.

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menyampaikan bahwa Go Sari menjadi bukti nyata bahwa aspek keberlanjutan dapat diwujudkan dari aktivitas harian masyarakat.

"Bagi kami, keberlanjutan bukan hanya tentang menjaga lingkungan, tetapi bagaimana upaya tersebut bisa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Di Guwosari, kita melihat bagaimana sampah yang sebelumnya dianggap sebagai persoalan dapat dikelola menjadi peluang, membuka ruang usaha, sekaligus membangun kesadaran masyarakat akan kepedulian terhadap lingkungan," ujar Mars Ega di Jakarta, Sabtu (12/8).

Mars Ega menambahkan, melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini, Pertamina Patra Niaga tidak hanya berfokus menjaga ketahanan energi, melainkan juga menghadirkan economic and social value bagi warga di sekitar area operasional.

VP Community Involvement & Development Pertamina Patra Niaga, Dian Hapsari Firasati, menekankan bahwa program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) ini dirancang untuk menciptakan ekosistem yang mandiri dan berkelanjutan.

"Kami ingin program CSR tidak berhenti pada pemberian fasilitas atau bantuan, tetapi berkembang menjadi ekosistem yang bisa berjalan bersama masyarakat. Go Sari menjadi salah satu contoh bagaimana pengelolaan lingkungan dapat membuka green jobs, meningkatkan kapasitas masyarakat, sekaligus menjadi tempat belajar bagi lebih banyak orang," jelas Dian.

Tumbuh Jadi Sarana Edukasi Lingkungan

Kini, TPS3R Guwosari juga tumbuh menjadi sarana edukasi lingkungan. Tercatat sedikitnya 21 instansi dan perguruan tinggi telah berkunjung untuk mempelajari praktik baik pengolahan sampah di lokasi ini.

Tak hanya itu, jangkauan manfaat sosial program Go Sari diperluas melalui kerja sama dengan Rutan Kelas IIB Bantul. Sebanyak 30 warga binaan dibekali keterampilan olah limbah menjadi kerajinan eco-furniture.

"Kolaborasi dengan Rutan Bantul menjadi bagian penting karena kami ingin memastikan manfaat program dapat menjangkau lebih banyak kelompok masyarakat. Melalui keterampilan membuat eco furniture, warga binaan mendapatkan ruang untuk belajar, berkarya, dan menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi,” tambah Dian.

Local Hero TPS3R Guwosari, Hendry, mengapresiasi pendampingan konsisten dari Pertamina Patra Niaga yang berhasil mendorong TPS3R Guwosari dikenal luas hingga tingkat nasional.

"Berkat dukungan dan komitmen Pertamina Patra Niaga, TPS3R Guwosari terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. Kini, TPS3R Guwosari juga menjadi tempat belajar pengelolaan sampah yang dikenal oleh berbagai kalangan dan instansi, baik di Yogyakarta maupun dari berbagai daerah di Indonesia," tutur Hendry.

Rekomendasi