Puluhan Juta Kg Sampah Dialihkan dari TPA, Waste4Change Ungkap Pendorongnya

Waste4Change melaporkan 38,62 juta kg sampah dialihkan dari TPA pada 2025 lewat kolaborasi lintas sektor. Martinus menekankan dampak yang terukur.

Arthur Gideon
Oleh Arthur Gideon - Reporter
Puluhan Juta Kg Sampah Dialihkan dari TPA, Waste4Change Ungkap Pendorongnya
Waste4Change mencatat 38,62 juta kg sampah berhasil dialihkan dari TPA sepanjang 2025. (Ist)

Sebanyak 38,62 juta kilogram sampah berhasil dialihkan dari Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sepanjang 2025. Data ini dicatat Waste4Change sebagai hasil berbagai inisiatif kolaborasi pengelolaan sampah di sejumlah lokasi.

Menurut Waste4Change, capaian tersebut didorong oleh konsistensi pengelolaan sampah, upaya pengurangan timbulan, pengembangan ekonomi sirkular, penerapan inovasi, serta penguatan kerja sama antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat.

Vice President Corporate Communication PT Waste4Change Alam Indonesia, Martinus D Adrian Manorek, menekankan perlunya sistem dan indikator dampak yang jelas dalam pengelolaan sampah.

"Keberlanjutan hari ini tidak lagi cukup berhenti pada komitmen. Organisasi semakin dituntut untuk menunjukkan bagaimana komitmen tersebut diterjemahkan ke dalam sistem, investasi, dan dampak yang dapat diukur. Melalui Award4Change, Waste4Change ingin menyoroti berbagai pihak yang telah bergerak melampaui pernyataan dan menghadirkan perubahan nyata dalam pengelolaan sampah," ujar Martinus, dalam keterangan tertulis, Sabtu (5/9/2026).

Waste4Change menilai besarnya volume sampah yang dialihkan dari TPA memperlihatkan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Pengelolaan sampah dipandang sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi sirkular di Indonesia.

Pengelolaan Sampah Masuk Agenda Strategis Organisasi

Martinus mengatakan pengelolaan sampah kini semakin dilihat sebagai isu strategis. Bukan lagi sekadar fungsi pendukung, melainkan mulai terintegrasi dalam pengambilan keputusan organisasi.

"Langkah-langkah tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan sampah bukan lagi sekadar fungsi pendukung, tetapi telah menjadi bagian dari keputusan strategis organisasi. Kami berharap praktik baik yang diapresiasi hari ini dapat mendorong lebih banyak pihak untuk mengambil langkah serupa dan mempercepat terbentuknya ekosistem ekonomi sirkular di Indonesia," lanjut Martinus.

Salah satu pendekatan yang ditekankan adalah pemanfaatan kembali material yang sebelumnya memiliki nilai ekonomi rendah. Inisiatif tersebut diimplementasikan melalui REPAIR Project by Waste4Change, kolaborasi antara Waste4Change dan RiverRecycle.

Program ini mengumpulkan sampah plastik bernilai rendah dari sungai untuk kemudian diolah menjadi produk dengan nilai guna yang lebih tinggi.

Apresiasi untuk 42 Mitra dan Instansi

Konsep pemanfaatan ulang material bernilai rendah juga diterapkan pada bentuk apresiasi kepada para mitra. Plakat Award4Change dibuat menggunakan material daur ulang bernilai rendah dari REPAIR Project.

Penghargaan diberikan kepada 42 mitra dan instansi atas kontribusi mereka dalam mendorong praktik pengelolaan sampah yang bertanggung jawab sepanjang 2025. Total terdapat 43 apresiasi karena satu mitra menerima dua penghargaan untuk kontribusi yang berbeda.

Award4Change diselenggarakan dalam rangkaian Indonesia Green Building Festival 2026 di Jakarta. Penghargaan terbagi dalam empat kategori: Waste Management Improvement in Local Government, Strategic Partnership & Innovation Award, Hospitality & Residential Excellence Award, serta Corporate & Commercial Excellence Award.

Apresiasi tersebut bukan kompetisi atau pemeringkatan, melainkan pengakuan atas komitmen, pencapaian, inovasi, dan kolaborasi dalam menghadapi persoalan persampahan.

Waste4Change berharap praktik-praktik tersebut terus berkembang sehingga semakin banyak organisasi terlibat dalam pengelolaan sampah yang bertanggung jawab dan mendukung perubahan berkelanjutan.

Rekomendasi