Israel Kembali Tolak Usulan Gencatan Senjata di Gaza
Padahal Hamas mengumumkan mereka siap untuk pertukaran tahanan penuh dan gencatan senjata.
Israel kembali menolak usulan gencatan senjata selama lima tahun di Gaza yang meliputi pembebasan semua tahanan Israel, menurut laporan surat kabar Israel, Yedioth Ahronoth pada Minggu (27/4).
Seorang sumber politik senior Israel mengatakan kepada surat kabar tersebut, negaranya menolak gencatan senjata yang dianggap dapat ‘memberikan ruang bagi Hamas untuk mempersenjatai diri dan merencanakan serangan baru’.
Sementara itu, surat kabar Maariv melaporkan Kabinet Keamanan Israel akan menggelar pertemuan ketiganya dalam pekan ini, yang dijadwalkan pada malam ini untuk memutuskan perluasan serangan terhadap Gaza.
Dua hari lalu, Hamas mengumumkan mereka siap untuk pertukaran tahanan penuh dan gencatan senjata selama lima tahun untuk mengakhiri genosida di Gaza. Hamas sebelumnya mengusulkan beberapa rencana untuk membebaskan semua tahanan Israel dan mengakhiri genosida, tetapi Israel menolak semua usulan tersebut.
Dilansir Quds News Network, Senin (28/4), penasihat media untuk kepala biro politik Hamas Khalil Al-Hayya, Tahir Al- Nunu, mengatakan pihaknya terbuka untuk gencatan senjata jangka panjang tetapi menolak untuk melucuti senjata.
Sumber yang dekat dengan proses negosiasi yang sedang berlangsung mengatakan kepada Reuters, Hamas berharap bisa mendapatkan dukungan dari para mediator untuk proposal tersebut. Mereka menambahkan Hamas dapat menyetujui gencatan senjata yang berlangsung selama lima hingga tujuh tahun, sebagai imbalan untuk mengakhiri genosida, mengizinkan rekonstruksi Gaza, dan pertukaran tahanan.
Di saat Hamas bersikeras pada perjanjian yang komprehensif, Israel menuntut pengembalian semua tahanan Israel dan pelucutan senjata faksi-faksi perlawanan Palestina tanpa mengakhiri genosida.
Secara bersamaan, keluarga tahanan Israel telah menyerukan aksi unjuk rasa besar-besaran di Tel Aviv pada Rabu depan. Saat Netanyahu muncul di pengadilan baru-baru ini atas tuduhan korupsi, keluarga tahanan Israel meneriakinya, menuduhnya menelantarkan orang-orang yang mereka cintai di Gaza.
Israel memperkirakan 59 warganya masih ditawan di Gaza. Sementara itu, pusat penahanan Israel menahan sedikitnya 10.000 warga Palestina. Banyak tahanan Palestina menghadapi penyiksaan, kelaparan, dan pengabaian medis, yang telah menyebabkan puluhan kematian.
Kementerian Kesehatan melaporkan perang genosida Israel di Gaza telah menewaskan 52.314 warga Palestina dan melukai 117.792 lainnya sejak 7 Oktober 2023.
Reporter Magang: Devina Faliza Rey